JEMBER — Sebanyak 32 tukik jenis Lekang (Lepidochelys olivacea) berhasil dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember di Pantai Nyamplong Kobong, Desa Kepanjen, Jember, Jawa Timur. Pelepasliaran ini menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian penyu yang terancam punah.
Menurut Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, tukik-tukik tersebut berasal dari telur penyu yang ditemukan di pantai pesisir selatan Jember. Setelah diamankan, telur-telur ini ditangkarkan hingga menetas, dan sebanyak 32 tukik berhasil dilepasliarkan.
“Pelepasliaran ini merupakan yang pertama di Pantai Nyamplong Kobong. Sebelumnya, penyu biasanya mendarat di kawasan Pulau Nusa Barong. Kami terus mengimbau masyarakat untuk melindungi penyu dari ancaman kepunahan,” kata Purwantono saat dihubungi, Minggu (8/9/2024).
Telur Penyu Lekang Diamankan dan Ditangkarkan
Petugas KSDA Jember mendapatkan laporan adanya penyu Lekang yang bertelur sebanyak 111 butir di pesisir selatan Jember beberapa waktu lalu. Telur-telur tersebut kemudian diamankan oleh petugas untuk ditangkarkan. Dari total telur yang ditemukan, 32 di antaranya berhasil menetas dan dilepas kembali ke laut.
Proses pelepasliaran ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Satuan Polisi Perairan (Satpolair), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Putra Lestari, serta para nelayan setempat.
Penyu Lekang, Satwa Dilindungi yang Terancam Punah
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Jember, Nurul Hidayah, yang turut hadir dalam acara pelepasliaran tersebut, menekankan pentingnya melestarikan penyu Lekang. Ia menjelaskan bahwa penyu adalah satwa yang dilindungi dan terancam punah.
“Perburuan liar, kerusakan habitat, sampah plastik di laut, serta perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup penyu. Pelestarian penyu sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut,” ujar Nurul.
Ia berharap pelepasliaran tukik ini dapat membantu meningkatkan populasi penyu di perairan Jawa Timur. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut, khususnya dalam melindungi satwa-satwa yang terancam punah.
Kesadaran Masyarakat untuk Melindungi Penyu
BKSDA Jember terus mengajak masyarakat untuk tidak memburu penyu atau telurnya, melainkan ikut berpartisipasi dalam upaya pelestarian. Penyu Lekang memiliki peran penting dalam ekosistem laut, dan menjaga kelangsungan hidupnya akan berdampak positif terhadap keseimbangan alam.
Dengan pelepasliaran ini, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam menjaga kelestarian satwa langka, khususnya di kawasan pesisir pantai selatan Jember.







Leave a Reply