MOJOKERTO – Wajahnya mungkin tak bisa lepas dari senyuman. Begitu juga tatapan matanya yang tajam dan penuh optimistis ketika berbincang dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dialah, Dr. Rachman Sidharta Arisandi.
Pria kelahiran 1983 ini sangat humble dan selalu ada topik untuk berbincang tentang berbagai hal. Pandangannya dapat didengarkan dengan renyah dan bahasa yang lugas. Tentu hal ini bukan tanpa alasan. Sebagai intelektual muda, pria yang akrab disapa Andi ini bisa dikatakan bukan kaleng-kaleng. Karena Andi sudah dua periode menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto.
Wajar saja, banyak pandangan untuk menerjemahkan kajian teoritis agar dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Terlebih, ia merupakan lulusan doktoral Sosiologi politik yang berfokus pada kajian politik lokal.
“Alhamdulillah, tugas saya di kampus sudah tuntas,” terang Andi saat ditemui Selasa (27/8/2024) di Mojokerto.
Yang tak terduga, ia sedang bersiap mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Mojokerto pada Pilkada 2024 ini. Dan sudah mengundurkan diri sebagai Rektor UNIM Mojokerto. Ia akan berpasangan dengan Ika Puspitasari, sebagai bakal calon Wali Kota Mojokerto. Mungkin karena pandangan dan sikap konsistensinya yang membuat banyak partai politik melirik Andi sebagai pasangan calon Wali Kota Mojokerto petahana.
Tapi siapa yang sangka, di balik kesibukannya sebagai akademisi dan kini menjalani proses politik, sosok perawakan tinggi gagah ini sangat memperhatikan keluarganya. Seperti mantranya Sapardi Djoko Damono dalam puisi berjudul Sajak Kecil Tentang Cinta, Andi sepertinya mengilhami sepenuh hati isinya.
Mencintai angin harus menjadi suit
Mencintai air harus menjadi ricik
Mencintai gunung harus menjadi terjal
Mencintai api harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala harus menebas jarak
Mencintaimu harus menjelma aku
Ia menikahi Lyna Desriana, seorang fashion designer. Betapa kuatnya cinta kepada Lyna, Andi pun akhirnya ikut hanyut kepada dunia seni tata busana dan rias.
“Rasanya itu saya sangat bahagia sekali melihat karya istri dipamerkan di berbagai acara,” ungkapnya.
Bagi Andi, kebahagiaan adalah hal yang sangat penting dimiliki setiap orang. Karena, dengan kebahagiaan, Andi dapat menikmati setiap proses dalam perjalanan hidup.
Apalagi, kini sedang masuk dalam fase baru dalam politik praktis. Sedapat mungkin, kata Andi, harus mempunyai prinsip yang kuat untuk berkomitmen pada kebenaran, kebaikan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.
Memang diakuinya, ia cukup terkejut dengan fase politik ini bergulir sangat cepat. Karena, ia sudah sangat mapan sebagai posisi rektor. Akan tetapi ia seperti mendapatkan panggilan untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Agar ilmu dan pengetahuan di kampus dapat diperjuangkan untuk masyarakat luas. Andi merupakan alumnus S1-S3 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Meskipun demikian, ia mengakui bahwa perannya sebagai kepala keluarga tak boleh surut lantaran ada proses politik yang ada di depan mata. Andi menyadari kesibukannya tersebut tak boleh menurunkan kadar cinta dan bahagia bersama keluarganya. Andi sadar bahwa keluarga merupakan masyarakat terkecil. Jadi, panggilan untuk menjadi seorang politisi saat ini tak boleh mengorbankan keluarganya.
Andi yakin bahwa proses belajar, bekerja, dan berkeluarga adalah keniscayaan yang harus dihadapi. Sehingga, risiko tersebut harus dijalankan secara bersamaan. Misalnya, dapat kesibukannya Selasa lalu, Andi ternyata masih memiliki waktu untuk mengantarkan sang istri untuk press conference Surabaya International Fashion Festival (SIFF).
“Ini betul-betul saya ilhami tentang ilmu kebahagiaan dari guru saya. Kalau kata orang Jawa, biar saya tidak kagetan,” terang bapak dua anak ini.
Dalam event ini, Lyna pun memamerkan karyanya yang mengisahkan tentang cinta. Lagi-lagi soal cinta. Keduanya, seolah tak bisa lepas dari kisah cinta. Yakni, kisah Prabu Klono Sewandono dari Kerajaan Bantarangin yang ingin melamar Dewi Songgolangit dari Kerajaan Kediri. Ia mengambil tema “The Exotic Love of Reog Ponorogo”.

Busana The Exotic Love of Reog Ponorogo Rasuan Lampahan karya Lyna Desriana.
Menurut Lyna, ini merupakan kisah cinta yang menggambarkan effort seorang lelaki yang ingin mempersunting perempuan yang dicintai. Karena, Dewi Songgolangit ingin menguji cinta Prabu Klono Sewandono dengan membawakan pasukan gagah dan burung merak berkepala singo. Dan Prabu Klono Sewandono pun mewujudkan Dewi Songgolangit.
Begitu pun dengan suaminya, Lyna menilai bahwa Andi punya daya juang yang luar biasa untuk mengabulkan mimpinya. Termasuk, mendukungnya dalam dunia fashion designer.
“Mas Andi selalu berusaha yang terbaik untuk saya dan anak-anaknya,” terang Lyna saat diwawancara.
Bahkan, ia merasa Andi merupakan sosok suami dan ayah yang sangat bertanggungjawab. Tidak hanya itu, Lyna merasa bersyukur karena Andi juga mendukungnya untuk terus menempuh pendidikan.
Ini persis dalam kajian segitiga cinta yang pernah dikatakan oleh Robert Stenberg. Dalam menjalani kehidupan keluarga, harus memiliki tiga komponen yakni, keintiman atau keakraban, gairah, dan tanggung jawab atau komitmen.
Ditanya tentang fase politik yang saat ini dijalani Andi, Lyna sangat mendukung suaminya. Karena, ia yakin Andi punya modal tanggung jawab dan kiprahnya teruji di kampus dan masyarakat.







Leave a Reply