KEDIRI — Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK) merayakan hari jadi ke-12 dengan mengusung tema “Beda Warna Satu Asa dalam Mewujudkan Disabilitas Kabupaten Kediri yang Mandiri dan Berdaya”. Melalui peringatan ini, PDKK mempertegas komitmen untuk terus memberdayakan penyandang disabilitas di wilayah tersebut.
Ketua PDKK, Umi Salamah, menjelaskan bahwa organisasi ini mencakup berbagai bidang, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), olahraga, Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia), Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia), serta berbagai kelompok disabilitas lainnya. Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda, seluruh anggota memiliki tujuan yang sama: mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas.
“PDKK menjadi wadah bagi berbagai kelompok disabilitas dengan satu visi bersama, yaitu menciptakan komunitas disabilitas yang tangguh dan sejahtera. Kami ingin memperlihatkan bahwa disabilitas bisa berdaya dan mandiri,” ujar Umi Salamah.
Sinergi untuk Kemandirian dan Kesejahteraan
Umi Salamah menambahkan, sinergi antar kelompok disabilitas di Kabupaten Kediri menjadi kunci untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Berbagai karya telah dihasilkan oleh penyandang disabilitas, seperti kerajinan menjahit, ukir, sablon, katering, dan jasa potong rambut. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan dengan menyediakan etalase khusus untuk mempromosikan produk UMKM yang dikelola oleh penyandang disabilitas.
“Dukungan pemerintah semakin nyata. Produk-produk hasil karya penyandang disabilitas telah mendapatkan ruang promosi khusus. Hal ini sangat membantu kami dalam memperluas pasar dan saling mendukung satu sama lain,” jelasnya.
Dalam perayaan ini, yang sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79, Umi berharap akan muncul semangat baru untuk membangun jaringan dan memperkuat kerjasama guna memajukan komunitas disabilitas di Kediri.
“Ke depan, kami akan memperluas sinergi dengan pemerintah, terutama dalam bidang advokasi,” tambah Umi.
Program Jangka Panjang dan Harapan Masa Depan
Dengan anggota yang mencapai 200 orang, PDKK berupaya terus berkembang dan mewujudkan impian untuk mencapai kesuksesan di tingkat nasional. Menurut Umi Salamah, usia 12 tahun merupakan momentum penting untuk terus berbenah dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan inklusi disabilitas di Kabupaten Kediri.
“Kami menghimpun potensi, bakat, dan aspirasi dari seluruh anggota PDKK. Semangat untuk mandiri dan berdaya inilah yang menjadi landasan bagi kami untuk terus maju,” tegas Umi.
Terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Disabilitas, Umi Salamah mengapresiasi langkah pemerintah daerah. Raperda tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri, termasuk dalam hal hak kesetaraan dan perlindungan sosial.
“Perda ini akan menjadi angin segar bagi kami. Dengan adanya regulasi yang jelas, hak-hak kami sebagai warga masyarakat akan lebih terlindungi dan terjamin. Ini juga menjadi tonggak penting dalam memastikan kesetaraan hak penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri,” pungkasnya.







Leave a Reply