BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) mendorong para seniman di wilayahnya untuk memiliki Nomor Induk Kesenian (NIK) sebagai bentuk legalitas resmi yang tercatat di data pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem administrasi dan mendukung pengembangan ekosistem kesenian di Kota Batu.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparta Kota Batu, Sintiche Agustina Pamungkas, mengungkapkan bahwa dengan adanya NIK, para pelaku seni akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, seperti pelatihan peningkatan kompetensi dan kesempatan tampil dalam acara-acara penting. “Mengurus Nomor Induk Kesenian ini adalah bagian dari ketertiban administrasi. Jika sudah memiliki NIK, kami akan memberikan berbagai program peningkatan kompetensi untuk para seniman,” kata Sintiche, Senin.
Sintiche menjelaskan, program peningkatan kapasitas yang diberikan meliputi tata kelola manajemen sanggar, pengembangan sumber daya manusia, serta pelatihan untuk persiapan dan pelaksanaan pertunjukan. Dengan dukungan ini, diharapkan para pelaku seni Kota Batu dapat lebih profesional dan meningkatkan eksposur karya seni mereka.
“Kami berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Kota Batu untuk mendukung program ini,” ujarnya.
Saat ini, terdapat sekitar 300 pelaku kesenian di Kota Batu yang telah memiliki NIK, termasuk kelompok seni bantengan, tari, mocopat, jaran kepang, dan reog. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan upaya aktif pemerintah dalam mengajak para seniman untuk mengurus legalitas mereka.
Menurut Sintiche, proses pengurusan NIK ini sepenuhnya gratis dan memerlukan waktu sekitar satu minggu. “Untuk pengurusan, cukup menyerahkan surat keterangan dari kelurahan, surat domisili, dan KTP pengurus struktur organisasi sanggar. Semua berkas ini nantinya diserahkan ke Bidang Pemberdayaan Dinas Pariwisata, dan kami akan memprosesnya hingga nomor induk terbit,” jelasnya.
Dengan adanya legalitas ini, Disparta berharap ekosistem kesenian di Kota Batu dapat tumbuh lebih profesional, terstruktur, dan berdaya saing.







Leave a Reply