SURABAYA – Seorang ibu berinisial LK mengungkap kasus tragis yang dialami anaknya, EL (2), yang dicekoki obat keras oleh pengasuhnya sendiri selama satu tahun. Kasus ini viral setelah LK membagikan cerita melalui media sosial, menuduh baby sitter berinisial NR (37) memberikan obat keras jenis Deksametason dan Pronicy kepada anaknya agar lebih mudah dijaga.
Menurut penuturan LK, NR secara diam-diam memberikan obat tersebut tanpa sepengetahuan dirinya maupun suaminya. “Semua ini bermula dari kelakuan nanny yang secara diam-diam tanpa sepengetahuan kami sebagai orang tua,” tulis LK di akun media sosialnya.
LK menemukan dua jenis obat di dalam toples yang disimpan NR di laci lemari. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa obat tersebut adalah suplemen penggemuk badan untuk orang dewasa yang dijual bebas secara online, namun mengandung zat berbahaya bagi anak-anak.
“Obat ini mengandung steroid yang menyebabkan tubuh anak menjadi bengkak, tapi bukan bengkak lemak, melainkan bengkak air,” ungkap LK dengan emosi.
Anak Alami Dampak Serius
Akibat perlakuan NR, EL mengalami penurunan kesehatan yang signifikan. Tubuhnya menjadi lemah, kehilangan nafsu makan, dan tidak kuat beraktivitas karena tidak mampu memproduksi hormon kortisol, yang penting untuk fungsi tubuh sehari-hari. EL pun harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, termasuk penyuntikan hormon kortisol.
“Dampaknya, hormon anak menjadi drop bahkan sampai anak nggak bisa menghasilkan hormon kortisol sendiri. Ini hormon yang sangat penting untuk manusia agar bisa bergerak,” tambah LK.
Lebih lanjut, LK menyebut bahwa tindakan NR bisa berujung fatal dan berpotensi menyebabkan kematian mendadak pada anaknya. Ia menggambarkan tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang lebih dari sekedar kekerasan fisik, menyamakannya dengan percobaan pembunuhan.
“Ini lebih dari KDRT. Ini namanya percobaan pembunuhan dari dalam,” tegasnya.
Laporan Polisi dan Penahanan Pelaku
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Timur, dan NR saat ini telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. LK berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang tua agar lebih waspada terhadap pengasuh anak mereka.
“Pelaku sudah ditangkap. Keadilan ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk semua ibu yang memiliki hati nurani. Kita harus tahu bagaimana sakitnya ketika anak kita disakiti oleh orang lain,” pungkasnya.







Leave a Reply