KEDIRI – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri nomor urut 1, Deny Widyanarko dan Mudawamah, resmi mendapatkan dukungan dari Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Kabupaten Kediri dalam Pilkada 2024. Dukungan ini diberikan melalui deklarasi resmi yang disampaikan langsung kepada pasangan tersebut, Kamis (17/10/2024).
Pengurus Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo, Supardianto, menjelaskan bahwa rekomendasi dukungan sudah diajukan sebelumnya melalui Pramu Urusan Wilayah dan disampaikan kepada yayasan serta pesantren. Ikrar dukungan ini tidak hanya melalui doa, tetapi juga dukungan fisik yang solid dari seluruh anggota untuk memenangkan Deny Widyanarko dan Mudawamah.
“Rekomendasi dukungan telah kami sampaikan. Semua anggota akan solid dan tegak lurus untuk mendukung dan memenangkan pasangan calon nomor 1 ini,” ujar Supardianto dalam rilis resminya.
Menurutnya, Deny Widyanarko dinilai sebagai tokoh yang dekat dengan masyarakat dan memiliki hubungan yang baik dengan kalangan pesantren, terutama melalui kegiatan silaturahmi (sowan) yang rutin dilakukan ke pondok-pondok pesantren di Kediri.
“Pak Deny adalah sosok yang sangat merakyat dan sering sowan ke pesantren. Kami melihat beliau sebagai pemimpin yang layak untuk membawa Kabupaten Kediri lebih baik,” tambahnya.
Deny Widyanarko Bersyukur Atas Dukungan
Menanggapi dukungan tersebut, Deny Widyanarko menyatakan rasa syukur dan menganggapnya sebagai karunia yang luar biasa. Ia merasa semakin percaya diri dengan bertambahnya dukungan dari berbagai kalangan, termasuk dari Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo.
“Bersyukur sekali atas bertambahnya dukungan ini. Kami berharap kolaborasi dengan Yayasan Perjuangan Wahidiyah tidak hanya untuk memenangkan Pilkada, tetapi juga untuk membangun Kediri ke depannya,” ujar Deny.
Deny dan Mudawamah memiliki sejumlah program pembangunan yang siap dilaksanakan jika terpilih, termasuk program pembangunan dusun senilai Rp300 juta hingga Rp500 juta per dusun. Program ini akan diarahkan untuk membangun infrastruktur serta kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat dusun.
“Kami ingin membentuk dusun yang maju, desa yang kuat, dan Kediri yang lebih hebat,” tegas Deny.







Leave a Reply