Menu

Mode Gelap

News · 15 Nov 2024 12:53 WIB ·

Dhito Kolaborasi dengan Swasta, Atasi Pemukiman Kumuh di Kediri


 Dhito Kolaborasi dengan Swasta, Atasi Pemukiman Kumuh di Kediri Perbesar

KEDIRI – Masalah pemukiman kumuh kembali menjadi sorotan dalam debat publik kedua Pilkada Kabupaten Kediri 2024 yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kamis (14/11/2024). Calon Bupati petahana, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, memaparkan langkah-langkah strategisnya untuk mengatasi tantangan tersebut jika kembali terpilih.

Peningkatan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Dalam sesi tanya jawab antar pasangan calon, Dhito menjawab kritik dari Cabup Deny Widyanarko terkait penanganan kawasan kumuh. Dhito menjelaskan bahwa pada periode pertamanya, sekitar 9.700 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah ditangani melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), sebuah inisiatif pemerintah pusat. Target ini bahkan akan ditingkatkan menjadi 20.000 rumah di periode kedua.

“Itu komitmen kami sesuai data yang tercantum dalam e-RTLH. Kami akan bekerja keras merealisasikannya,” ujar Dhito.

Perdebatan Angka Kawasan Kumuh

Menanggapi kritik dari Deny yang menyebut jumlah desa kumuh bertambah selama kepemimpinan Dhito, ia memaparkan fakta berbeda. Menurut Dhito, luas kawasan kumuh di Kabupaten Kediri berhasil ditekan dari 273,74 hektare pada 2020 menjadi hanya 52,32 hektare pada 2023. Penanganan mencakup total 166,52 hektare dalam kurun waktu tersebut.

“Kami mengakui ada tantangan selama pandemi Covid-19, di mana anggaran banyak dialihkan untuk sektor kesehatan. Namun, komitmen kami tetap pada pengurangan kawasan kumuh,” tegasnya.

Strategi Kolaborasi dengan Swasta

Untuk mempercepat penanganan kawasan kumuh, Dhito menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia mencontohkan keberhasilan kolaborasi dengan tokoh masyarakat lokal, seperti Pak Tris dari Kecamatan Puncu, yang telah membantu membangun sekitar 200 rumah tidak layak huni.

“Kerja sama dengan pihak swasta dan filantropis akan terus kami tingkatkan. Hal ini terbukti memberikan dampak nyata dalam mengurangi kawasan kumuh,” kata Dhito.

Komitmen untuk Periode Kedua

Jika kembali terpilih, Dhito berjanji mempercepat realisasi perbaikan RTLH dan melanjutkan program-program strategis lainnya untuk memastikan tidak ada lagi kawasan kumuh di Kabupaten Kediri. Dengan pendekatan kolaboratif, ia optimistis target penanganan 20.000 RTLH dapat tercapai.

“Penyelesaian masalah kawasan kumuh memerlukan kerja sama berbagai pihak. Dengan dukungan masyarakat dan swasta, saya yakin kita bisa mencapai target ini,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Pemkot Kediri Tindaklanjuti Ekosistem Halal, Cek Lokasi Sembelih Unggas di Pasar Banjaran

4 June 2025 - 18:38 WIB

oktana.co.id

Penguatan Ekosistem Halal, Kolaborasi Pemkot Kediri dan BI Gelar Pelatihan Juleha Unggas

3 June 2025 - 19:44 WIB

oktana.co.id

IAIN Kediri Resmi Berubah Menjadi UIN Syekh Wasil

26 May 2025 - 11:41 WIB

oktana.co.id

Kota Kediri Pesta Gol 6-0 di Laga Perdana Pra Porprov Jatim IX 2025

23 May 2025 - 11:44 WIB

oktana.co.id

Lifter Asal Kediri, Bima Aji Ramadhani Sumbang 1 Perak dan 2 Perunggu di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025

19 May 2025 - 11:46 WIB

oktana.co.id

Hari Buku Nasional, Terungkap Penerbit Buku Tertua di Indonesia Berasal dari Kediri

17 May 2025 - 12:10 WIB

oktana.co.id
Trending di Lifestyle