JAKARTA – Istigfar atau memohon ampun kepada Allah bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sering kali disampaikan oleh KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha dalam berbagai ceramahnya.
Menurut Gus Baha, istigfar bukan hanya sebagai bentuk taubat atas dosa-dosa yang telah diperbuat, tetapi juga sebagai kunci datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan kelapangan rezeki. Dalam banyak kesempatan, ulama asal Rembang ini menegaskan bahwa siapa pun, tanpa terkecuali, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istigfar.
1. Istigfar sebagai Bentuk Kesadaran Manusia
Gus Baha menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan. Istigfar menjadi pengingat bahwa kita selalu membutuhkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
“Sebesar apa pun amal kebaikan seseorang, jika tanpa istigfar, bisa saja tertolak di sisi Allah karena masih ada dosa yang belum dimintakan ampun,” ujar Gus Baha dalam salah satu ceramahnya.
Dengan beristigfar, seseorang mengakui keterbatasannya dan menyerahkan diri kepada Allah untuk diberikan bimbingan dan perlindungan.
2. Kunci Datangnya Rezeki dan Kemudahan Hidup
Dalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan bahwa istigfar dapat membuka pintu rezeki dan memberikan kemudahan dalam hidup. Gus Baha mengutip Surat Nuh ayat 10-12, di mana Allah berjanji akan menurunkan hujan yang berkah, memberikan kekayaan, dan keturunan bagi orang-orang yang banyak beristigfar.
“Jika kamu ingin rezekimu luas, anak keturunanmu banyak, dan hidupmu penuh berkah, maka perbanyaklah istigfar,” terang Gus Baha.
Ia juga menjelaskan bahwa banyaknya rintangan hidup bisa jadi disebabkan oleh dosa-dosa yang belum kita sadari. Dengan istigfar, seseorang memohon kepada Allah agar segala kesulitan diangkat dan diganti dengan kelapangan.
3. Istigfar sebagai Penolak Bala dan Bencana
Gus Baha juga mengingatkan bahwa istigfar dapat menjadi perisai dari berbagai musibah. Ia mengutip hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa Allah tidak akan menurunkan azab kepada suatu kaum selama mereka masih beristigfar.
Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai ujian dan kesulitan sering kali terjadi tanpa kita sadari sebabnya. Dengan memperbanyak istigfar, seseorang diharapkan mendapat perlindungan dari berbagai bencana, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
4. Menenangkan Hati dan Menghilangkan Kecemasan
Banyak orang yang merasa gelisah, cemas, dan terbebani oleh berbagai masalah. Gus Baha mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan hati adalah dengan memperbanyak istigfar.
Menurutnya, istigfar bukan hanya soal meminta ampun, tetapi juga menjadi sarana berdialog dengan Allah, mengadu, dan melepaskan segala beban kehidupan.
“Coba kalau hati sedang gelisah, perbanyak istigfar. InsyaAllah, hatimu lebih tenang dan pikiranmu lebih jernih,” katanya.
5. Dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW
Sebagai manusia yang maksum (terjaga dari dosa), Nabi Muhammad SAW tetap beristigfar sebanyak 70 hingga 100 kali sehari. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya istigfar dalam kehidupan seorang Muslim, baik bagi mereka yang merasa banyak berbuat dosa maupun yang sudah berusaha hidup dalam kebaikan.
“Kalau Rasulullah saja masih beristigfar setiap hari, bagaimana dengan kita yang penuh dosa?” tanya Gus Baha dalam salah satu ceramahnya.
Kesimpulan
Istigfar bukan hanya sekadar bacaan rutin, tetapi juga memiliki dampak besar bagi kehidupan. Gus Baha mengajarkan bahwa istigfar dapat membuka pintu rezeki, menenangkan hati, menjauhkan dari bala, dan menjadi bukti kerendahan hati seorang hamba kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk meninggalkan amalan ringan ini. Dengan memperbanyak istigfar, seseorang tidak hanya mendapatkan ampunan, tetapi juga keberkahan hidup di dunia dan akhirat.







Leave a Reply