Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan, di mana setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Di dalamnya, terdapat tiga fase utama: 10 hari pertama sebagai fase rahmat, 10 hari kedua sebagai fase maghfirah (ampunan), dan 10 hari terakhir sebagai fase pembebasan dari api neraka. Memasuki 10 hari kedua Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar sebagai bagian dari meraih ampunan Allah SWT.
Dzikir yang Dianjurkan di 10 Hari Kedua Ramadan
Dalam fase maghfirah ini, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak bacaan dzikir dan doa yang berfokus pada permohonan ampunan. Beberapa dzikir yang disunnahkan antara lain:
Istighfar (Memohon Ampunan)
Membaca istighfar adalah amalan utama di fase ini, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka.” (QS. Ali Imran: 135)
Bacaan istighfar yang dianjurkan:
Astaghfirullahal ‘adzim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih
(Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya).Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)
Rasulullah SAW menganjurkan membaca Sayyidul Istighfar, yang memiliki keutamaan besar dalam mendapatkan ampunan Allah SWT:Allahumma anta rabbi, laa ilaaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abu’u bidzanbi faghfir li, fa innahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta.
(Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam ikatan janji kepada-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.)
Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Selain istighfar, memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, dan takbir juga dianjurkan:- Subhanallah wa bihamdih, subhanallahil ‘adzim (100 kali)
- Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (Dibaca 10 kali pagi dan sore)
- Laa hawla wa laa quwwata illa billah (Dibaca sebanyak mungkin untuk meminta pertolongan dari Allah)
Keutamaan Dzikir di 10 Hari Kedua Ramadan
Dijanjikan Ampunan oleh Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa yang beristighfar kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim)
Mendapat Ketenangan Hati
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Menghapus Dosa yang Telah Lalu
Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa yang membaca Sayyidul Istighfar pada pagi dan sore hari, kemudian ia meninggal pada hari itu, maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari)
Memasuki 10 hari kedua Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan dzikir guna meraih ampunan dari Allah SWT. Dengan memperbanyak amalan ini, diharapkan dosa-dosa di masa lalu dapat dihapuskan, hati menjadi lebih tenang, dan keberkahan Ramadan bisa diraih sepenuhnya.







Leave a Reply