Kediri – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menegaskan bahwa keluarga merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan bangsa. Menurutnya, keluarga yang harmonis dan sejahtera akan berdampak langsung pada ketahanan sosial dan pembangunan nasional.
Pernyataan ini disampaikan oleh Mbak Cicha, sapaan akrabnya, dalam kegiatan tausiyah Pondok Romadhon yang berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya membangun fondasi keluarga yang kuat sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan bangsa.
Keluarga Sebagai Fondasi Ketahanan Nasional
Dalam tausiyah yang mengangkat tema Ketahanan Keluarga, Mbak Cicha menjelaskan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki dampak besar terhadap stabilitas negara.
“Keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan sosial bermasyarakat, maka dari itu ketahanan keluarga sangat penting sebagai pilar ketahanan nasional,” ujar Mbak Cicha.
Ia juga menekankan bahwa ketahanan keluarga bukan hanya soal kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mencakup pendidikan, nilai-nilai moral, serta ketahanan mental dan spiritual. Oleh karena itu, penguatan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh agar dapat membentuk generasi yang berdaya saing dan memiliki karakter kuat.
Peran Tausiyah Ramadan dalam Penguatan Keluarga
Selain memperkuat keimanan dan ketakwaan, tausiyah Ramadan juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya membangun ketahanan keluarga. Mbak Cicha berharap materi yang disampaikan dalam tausiyah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentu saja saya berharap setiap materi bisa diterapkan dengan baik oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kunci Membangun Ketahanan Keluarga
Pemateri tausiyah, Tatik Imadatus Sa’adati, menjelaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan bagian integral dari ketahanan bangsa. Menurutnya, terdapat tiga kunci utama dalam menjaga ketahanan keluarga:
- Komunikasi yang Baik – Keterbukaan dalam keluarga akan menciptakan hubungan yang harmonis dan menghindari konflik yang berlarut-larut.
- Motivasi yang Kuat – Setiap anggota keluarga perlu memiliki motivasi yang kuat dalam menjalani kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.
- Apresiasi Antar Anggota Keluarga – Memberikan penghargaan kepada anggota keluarga dapat memperkuat ikatan emosional dan meningkatkan rasa kebersamaan.
“Ketiganya ini adalah kebutuhan bukan sekadar keinginan, sehingga harus diusahakan agar ketahanan keluarga tetap terjaga,” jelasnya.
Jadwal Tausiyah Ramadan dan Tema yang Diangkat
Kegiatan tausiyah Pondok Romadhon ini telah dimulai sejak Selasa (4/3) dengan berbagai tema yang relevan bagi masyarakat. Berikut beberapa tema yang telah dan akan dibahas:
- Selasa (4/3): Bekal Mengisi Bulan Ramadan
- Kamis (6/3): Fiqih Wanita
- Selasa (11/3): Cahaya Al-Quran
- Kamis (13/3): Ketahanan Keluarga
- Selasa (18/3): Sehat Mental Menuju Kebahagiaan Dunia Akhirat
- Kamis (20/3): Meraih Kemenangan Ramadan
Melalui tausiyah ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh wawasan yang lebih luas tentang pentingnya menjaga ketahanan keluarga sebagai bagian dari ketahanan bangsa. Mbak Cicha mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai keluarga agar dapat menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan.







Leave a Reply