MOJOKERTO – Jalur alternatif Pacet–Cangar yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu masih diberlakukan sistem buka tutup sejak dibuka kembali pada 23 April 2025. Kebijakan ini diambil menyusul masih tingginya potensi cuaca ekstrem di kawasan pegunungan Arjuno–Welirang.
“Sampai sekarang masih sistem buka tutup, baik dari arah Batu mau ke Mojokerto atau sebaliknya. Hal itu sebagai antisipasi atas potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Senin (12/5/2025).
Ia menjelaskan, sistem buka tutup diberlakukan setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 18.00 WIB. Jalur tersebut diawasi ketat oleh tim gabungan di dua titik kontrol, yakni Rest Area Sendi dan kawasan Wisata Pemandian Air Panas Cangar. Di luar jam operasional itu, jalur akan ditutup total demi keselamatan pengendara.
Menurut Khakim, sistem buka tutup masih akan berlangsung hingga evaluasi dan perbaikan infrastruktur jalan selesai dilakukan. “Soal pembukaan normal (24 jam) nanti masih dilakukan evaluasi bersama lagi, masih ada beberapa pengerjaan juga di titik tersebut,” jelasnya.
Kondisi ini diperparah oleh prediksi cuaca ekstrem dari BMKG. Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, mengonfirmasi bahwa Kabupaten Mojokerto masuk dalam wilayah yang terpantau memiliki potensi cuaca ekstrem selama 10–17 Mei 2025.
“Mojokerto terpantau masuk salah satu wilayah yang berpotensi cuaca ekstrem,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun sudah memasuki musim kemarau, masih terdapat pola gangguan dan perubahan atmosfer yang memicu peningkatan intensitas hujan dan angin kencang. “Sehingga potensi terjadi bencana juga menjadi meningkat,” tegasnya.
Masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan longsor dan banjir seperti Trawas, Pacet, Jatirejo, dan Gondang, diimbau tetap waspada. Pemerintah daerah dan petugas gabungan terus siaga memantau perkembangan cuaca serta kondisi jalur Pacet–Cangar.







Leave a Reply