
Artwork: Aku Si Bodoh – Melanie Subono
JAKARTA – Melanie Subono, musisi dan aktivis sosial, kembali menggebrak dengan single barunya berjudul ‘Aku Si Bodoh’.
Diproduksi oleh Studio SiMima, rumah produksi yang didirikannya bersama Hamid Alatas, lagu ini menyuarakan kritik tajam terhadap situasi pemilihan umum yang baru-baru ini berlangsung dan pilkada yang akan datang.
Lagu ini juga mengangkat hashtag #rakyattiri, simbol kegelisahan Melanie akan nasib rakyat yang hanya diperhatikan saat pemilu tiba.
Melanie mengungkapkan kekecewaannya dengan lugas. “Gue tuh kemarin ngerasa bodoh banget. Kayak diiming-imingi inilah itulah, tapi semuanya ternyata permainan. Ya udahlah, bodoh aja gue,” katanya.
Lagu ini ditulis dan diaransemen oleh Melanie sendiri, dengan sentuhan musik dari Hamid Alatas.
Iringan gitar akustik, perkusi, dan keyboard menciptakan suasana yang sederhana namun penuh makna, dengan lirik yang menyentuh dan disampaikan dengan santai.
Lirik lagu ini mencerminkan pandangan Melanie terhadap kekuasaan dan uang.
“Kalau kau pernah dengar tentang kekuasaan, jangan kau berharap akan jadi milik. Kalau kau memimpikan punya uang yang banyak, tolong kamu ingat itu punya pejabat,” demikian bunyi salah satu baitnya.
‘Aku Si Bodoh’ kini bisa dinikmati di berbagai platform musik digital, menawarkan kritik sosial dalam balutan musik yang menggugah.
Studio SiMima, tempat di mana lagu ini diproduksi, adalah rumah produksi yang didirikan Melanie bersama Hamid Alatas.
Studio ini berfokus pada proyek-proyek musik dan video yang mengangkat budaya. Melanie menjelaskan bahwa Studio SiMima adalah cara baru baginya untuk bergerak dan menyuarakan pendapat tanpa harus turun ke jalan.
“Hari gini ngomongin demo tuh nggak kelar-kelar. Let’s do something else, tapi nggak turun ke jalan. Ini kerinduan aku yang capek tur sementara banyak kesempatan untuk gue bekerja di balik layar,” ungkapnya.
Selain Studio SiMima, Melanie juga menginisiasi Rumah Harapan Melanie, sebuah gerakan sosial yang kini telah menjadi yayasan dan telah berjalan selama 16 tahun.
Rumah Harapan Melanie telah membantu banyak kasus di seluruh Indonesia, menjangkau hingga ke pelosok.
Studio SiMima sendiri telah menangani beberapa proyek yang menggabungkan budaya dengan aspek komersial, bekerja sama dengan berbagai brand yang peduli pada budaya.
Melanie menambahkan, meskipun ia berasal dari musik rock dan punk, sementara Hamid dari blues, kombinasi mereka menghasilkan proyek-proyek yang unik dan menarik.
Beberapa proyek sudah berjalan dan masih banyak lagi yang akan datang.
Studio SiMima menjadi platform bagi Melanie untuk terus berkarya dan menyuarakan kritik sosialnya dengan cara yang lebih kreatif dan efektif.
Melalui ‘Aku Si Bodoh’ dan Studio SiMima, Melanie Subono menunjukkan bahwa musik bisa menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan sosial.
Karya-karyanya terus menginspirasi dan mengajak pendengarnya untuk lebih kritis terhadap realita sosial yang ada. [ian]












Leave a Reply