JAKARTA – Ramadan tidak hanya menjadi bulan penuh ibadah, tetapi juga momen kebersamaan yang ditunggu-tunggu. Salah satu tradisi yang tak pernah absen adalah buka bersama atau bukber, yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus menikmati hidangan berbuka puasa dengan keluarga, teman, hingga rekan kerja.
Setiap tahunnya, kebiasaan bukber di Indonesia selalu berlangsung meriah. Berikut adalah lima kebiasaan buka bersama saat Ramadan yang kerap dilakukan masyarakat:
1. Reservasi Tempat Jauh-Jauh Hari
Menjelang Ramadan, restoran, kafe, hingga hotel berbintang berlomba-lomba menawarkan paket buka puasa dengan berbagai promo menarik. Tidak heran jika banyak orang mulai melakukan reservasi tempat sejak awal Ramadan agar tidak kehabisan slot.
Beberapa tempat favorit untuk bukber antara lain:
- Restoran all-you-can-eat yang menawarkan menu takjil lengkap.
- Kafe instagramable untuk bukber sekaligus berfoto bersama.
- Rumah makan khas Nusantara yang menyajikan hidangan tradisional seperti kolak, es campur, dan sate.
Namun, ada pula yang lebih memilih bukber di rumah atau masjid agar lebih santai dan khusyuk dalam menjalankan ibadah setelahnya.
2. Undangan Bukber di Grup WhatsApp yang Menumpuk
Saat Ramadan tiba, grup WhatsApp mulai dipenuhi dengan undangan bukber dari berbagai komunitas, mulai dari teman sekolah, alumni kuliah, rekan kerja, hingga keluarga besar.
Meski antusiasme tinggi, sering kali bukber batal karena sulit menemukan jadwal yang cocok untuk semua orang. Akibatnya, hanya beberapa orang yang benar-benar bisa hadir, sementara lainnya hanya ikut meramaikan di grup chat.
3. Berburu Takjil Sebelum Bukber Dimulai
Bagi yang memilih bukber di rumah atau di tempat umum, berburu takjil menjadi ritual wajib. Pasar Ramadan dan pedagang kaki lima selalu dipadati pembeli yang ingin mendapatkan menu berbuka favorit, seperti:
- Es buah, kolak pisang, atau es cendol.
- Gorengan seperti tempe mendoan, bakwan, dan risoles.
- Kurma dan aneka jajanan pasar sebagai camilan pembuka.
Momen berburu takjil ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga menjadi ajang nostalgia bagi banyak orang yang merindukan suasana khas Ramadan.
4. Sibuk Berfoto Sebelum Makan
Sebelum menyantap hidangan berbuka, kebiasaan yang hampir tidak pernah terlewatkan adalah berfoto bersama dan memotret makanan. Hal ini dilakukan untuk mengabadikan momen atau sekadar berbagi di media sosial.
Namun, kebiasaan ini terkadang membuat makanan menjadi dingin karena terlalu lama mengambil foto dari berbagai sudut. Oleh karena itu, banyak yang mulai menyadari pentingnya menyeimbangkan momen sosial dengan menikmati hidangan secara langsung.
5. Lupa Salat Magrib karena Terlalu Asyik Mengobrol
Setelah seharian berpuasa, suasana buka bersama menjadi begitu hangat dengan berbagai obrolan dan nostalgia. Namun, sering kali orang terlalu asyik mengobrol hingga lupa melaksanakan salat Magrib tepat waktu.
Oleh karena itu, beberapa tempat bukber kini menyediakan musala atau ruang salat, sehingga pengunjung dapat tetap menjalankan ibadah tanpa harus terburu-buru. Kesadaran untuk tidak menunda salat juga semakin meningkat di kalangan masyarakat.
Kesimpulan
Buka bersama bukan sekadar agenda makan bersama, tetapi juga menjadi momen spesial untuk mempererat silaturahmi di bulan Ramadan. Meski sering diwarnai dengan kendala seperti sulitnya mengatur jadwal atau terlalu asyik berfoto, bukber tetap menjadi tradisi yang dinantikan setiap tahunnya.
Bagi yang berencana menghadiri buka bersama, pastikan untuk tetap mengutamakan ibadah, menikmati momen kebersamaan, dan menjaga kesehatan dengan memilih makanan yang seimbang.







Leave a Reply