KEDIRI – Prof Dr Fauzan MPd, putra asli Kediri, resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti) dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Fauzan, yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dilantik bersama dengan Prof Stella Christie pada Minggu (20/10/2024) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan peran penting Fauzan dalam mendukung visi pendidikan tinggi di Indonesia. “Dua puluh, Prof Dr Fauzan MPd, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi,” ujar Prabowo di hadapan para pejabat negara.
Kiprah Fauzan di Dunia Akademik dan Politik
Prof Fauzan sebelumnya dikenal sebagai tokoh akademik yang menjabat Rektor UMM selama dua periode, yakni 2016-2020 dan 2020-2024. Di bawah kepemimpinannya, UMM berhasil mendapatkan pengakuan internasional dan memperkuat jaringan kerjasama dengan berbagai institusi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ia juga menginisiasi berbagai program unggulan, seperti Center of Excellence (CoE) dan Center for Future Work (CFW) yang bertujuan untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan masyarakat.
Tak hanya aktif di dunia akademik, Fauzan juga terlibat dalam dunia politik. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo-Gibran dalam Pemilihan Presiden 2024, yang kemudian membawa dirinya dipercaya mengisi jabatan Wamen Dikti.
Salah satu karya ilmiahnya yang terkenal adalah artikel berjudul Teachers’ Directive Speech Acts to Motivate Junior High School Students in Indonesian Language Subjects after the Covid-19 Pandemic Online Classes, yang diterbitkan di KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 2 (2023).
Perjalanan Pendidikan dan Karir
Prof Fauzan memulai perjalanan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsn) 4 Kediri dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Kediri. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, ia melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk jenjang S1, kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Selama karirnya, Fauzan tidak hanya aktif dalam dunia pendidikan, namun juga memperkuat hubungan antara riset akademik dan implementasi praktis dalam masyarakat. Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) yang ia gagas merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan peran akademisi dalam mendukung pembangunan nasional.
Tantangan di Depan Mata
Sebagai Wamen Dikti, Fauzan dihadapkan pada tantangan besar dalam memperkuat sistem pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan globalisasi. Fauzan diharapkan dapat membawa inovasi dan memperkuat sinergi antara riset ilmiah, teknologi, dan kebutuhan industri.
Dengan pengalaman akademik dan politik yang luas, Fauzan diyakini mampu mendukung Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Ir Satryo Soemantri Brodjonegoro, dalam mendorong pendidikan tinggi Indonesia menuju pencapaian yang lebih baik di kancah global.







Leave a Reply