KEDIRI – Produksi ikan konsumsi di Kabupaten Kediri terus meningkat sepanjang tahun 2021 hingga 2022. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri, beberapa jenis ikan menjadi primadona di pasar lokal dengan peningkatan produksi yang signifikan.
Lele
Ikan lele menjadi salah satu komoditas utama di Kabupaten Kediri dengan angka produksi yang terus meningkat. Pada tahun 2021, produksi ikan lele mencapai 16.279 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 252,3 miliar. Tahun 2022 mencatat peningkatan, di mana produksi lele mencapai 16.310 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 260,9 miliar.
Bawal
Produksi ikan bawal juga mengalami peningkatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2021, produksi ikan bawal di Kabupaten Kediri mencapai 1.950 ton dengan nilai produksi Rp 21,4 miliar. Angka ini meningkat pada tahun 2022, dengan produksi mencapai 2.161 ton dan nilai ekonomi sebesar Rp 23,7 miliar.
Gurami
Ikan gurami merupakan salah satu komoditas yang tak kalah diminati. Pada 2021, Kabupaten Kediri berhasil memproduksi 1.893 ton ikan gurami dengan nilai produksi mencapai Rp 47,3 miliar. Tahun 2022 menunjukkan peningkatan yang cukup pesat, dengan total produksi sebesar 2.183 ton dan nilai ekonomi Rp 69,8 miliar.
Patin
Ikan patin juga mencatatkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Pada 2021, produksi ikan patin mencapai 1.417 ton dengan nilai produksi Rp 19,8 miliar. Peningkatan terlihat pada 2022, di mana produksi mencapai 1.521 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 22,8 miliar.
Nila
Produksi ikan nila di Kabupaten Kediri terus mengalami pertumbuhan. Pada 2021, produksi nila mencapai 798 ton dengan nilai ekonomi Rp 15,1 miliar. Di tahun 2022, produksi ikan nila meningkat menjadi 843 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 16,8 miliar.
Tawes dan Tombro
Meski produksi ikan tawes dan tombro tidak sebesar komoditas lain, peningkatannya tetap signifikan. Pada 2021, produksi ikan tawes di Kabupaten Kediri hanya mencapai 4 ton dengan nilai Rp 41,8 juta. Namun, pada 2022, produksi meningkat tajam menjadi 17,7 ton dengan nilai ekonomi Rp 177 juta. Sedangkan untuk ikan tombro, pada 2021 produksi mencapai 11,8 ton dengan nilai Rp 165 juta, dan pada 2022 meningkat menjadi 56,9 ton dengan nilai produksi Rp 797 juta.
Peningkatan produksi ikan konsumsi di Kabupaten Kediri ini mencerminkan tingginya permintaan pasar terhadap produk perikanan lokal. Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong peningkatan produktivitas sektor perikanan guna mendukung perekonomian daerah.







Leave a Reply