Menu

Mode Gelap

Bisnis · 26 Jun 2024 16:14 WIB ·

Di Balik Logo Rokok Gudang Garam, Simbol Warisan dan Sejarah


 Di Balik Logo Rokok Gudang Garam, Simbol Warisan dan Sejarah Perbesar

KEDIRI – Bagi para perokok di Indonesia, merk rokok Gudang Garam adalah nama yang sangat familiar. Dikenal luas sebagai salah satu pelopor rokok kretek filter di Indonesia, Gudang Garam telah mengukuhkan dirinya sebagai ikon dalam industri tembakau nasional.

Didirikan pada 26 Juni 1958, pabrik rokok ini telah berdiri kokoh selama 66 tahun, menjadi salah satu pabrik rokok tembakau terbesar di Indonesia. Pendiri Gudang Garam, Tjoa Ing Hwie, adalah seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang sebelumnya bekerja di pabrik rokok Cap 93 hingga 1956. Setelah keluar dari pabrik tersebut, ia mendirikan pabrik rokok klobot dengan nama Inghwie. Popularitas rokok racikannya semakin meningkat, mendorong Tjoa Ing Hwie untuk mengganti nama perusahaannya menjadi Gudang Garam, yang bertahan hingga kini.

Salah satu aspek menarik dari Gudang Garam adalah logonya. Logo tersebut menampilkan bangunan gudang yang berdiri di dekat rel kereta api, yang tampaknya tidak memiliki hubungan langsung dengan produk rokok. Namun, logo ini menyimpan banyak cerita dan makna.

Jika diamati, logo Gudang Garam menampilkan lima bangunan menyerupai gudang atau ruangan berdiri di dekat rel kereta api. Dua bangunan paling kiri memiliki pintu yang terbuka, dua bangunan berikutnya memiliki pintu yang setengah terbuka, dan bangunan terakhir pintunya tertutup rapat. Di latar belakang, terdapat dua gunung menjulang, yang diyakini sebagai Gunung Wilis.

Ada beberapa versi cerita mengenai asal usul dan makna dari logo Gudang Garam ini:

  1. Versi Pertama: Mimpi Pendiri Tjoa Ing Hwie pernah bermimpi tentang gudang tua penyimpanan garam. Mimpi ini begitu mengesankan sehingga ia meminta karyawannya untuk mengilustrasikan gambaran tersebut menjadi logo perusahaan.
  2. Versi Kedua: Kenangan Masa Lalu Inspirasi logo ini juga dikaitkan dengan masa lalu Tjoa Ing Hwie yang pernah bekerja sebagai pembuat telur asin di sekitar Stasiun Kota Kediri. Lokasi produksi telur asin yang dekat dengan rel kereta api menginspirasi desain logo sebagai penghormatan terhadap awal perjalanan bisnisnya.
  3. Versi Ketiga: Lokasi Pabrik Pertama Logo tersebut mencerminkan lokasi pabrik pertama Gudang Garam yang berada di daerah penyimpanan garam di samping rel kereta api. Gambar gunung dalam logo tersebut diidentifikasi sebagai Gunung Wilis yang berada dekat dengan lokasi pabrik pertama.

Logo Gudang Garam bukan sekadar identitas visual, tetapi juga mengandung cerita tentang sejarah dan perjalanan pendirinya. Simbol ini menjadi pengingat bahwa setiap kesuksesan besar dimulai dari langkah kecil dan kerja keras yang penuh dedikasi.

Artikel ini telah dibaca 475 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Pemkot Kediri Tindaklanjuti Ekosistem Halal, Cek Lokasi Sembelih Unggas di Pasar Banjaran

4 June 2025 - 18:38 WIB

oktana.co.id

Penguatan Ekosistem Halal, Kolaborasi Pemkot Kediri dan BI Gelar Pelatihan Juleha Unggas

3 June 2025 - 19:44 WIB

oktana.co.id

IAIN Kediri Resmi Berubah Menjadi UIN Syekh Wasil

26 May 2025 - 11:41 WIB

oktana.co.id

Kota Kediri Pesta Gol 6-0 di Laga Perdana Pra Porprov Jatim IX 2025

23 May 2025 - 11:44 WIB

oktana.co.id

Lifter Asal Kediri, Bima Aji Ramadhani Sumbang 1 Perak dan 2 Perunggu di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025

19 May 2025 - 11:46 WIB

oktana.co.id

Hari Buku Nasional, Terungkap Penerbit Buku Tertua di Indonesia Berasal dari Kediri

17 May 2025 - 12:10 WIB

oktana.co.id
Trending di Lifestyle