Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos) turun langsung ke lapangan melakukan ground check untuk memastikan keakuratan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dilakukan guna melengkapi variabel sebagai dasar pemeringkatan dan memastikan data yang valid untuk berbagai program kesejahteraan sosial.
Kegiatan ground check yang berlangsung sejak awal Maret ini menyasar data yang belum lengkap dalam sistem. Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi, menjelaskan bahwa DTSEN merupakan gabungan dari beberapa sumber data yang dihimpun dari berbagai kementerian, termasuk Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dari BPS RI, Data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Kemenko PMK, serta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.
“DTSEN sesuai dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2025 digunakan sebagai acuan utama dalam pengentasan fakir miskin serta pemberdayaan ekonomi nasional, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos),” terang Paulus.
DTSEN berbeda dengan DTKS. Jika DTKS hanya mencakup warga miskin dan rentan miskin, maka DTSEN mencatat seluruh penduduk Indonesia dari kategori miskin ekstrem hingga kaya, dengan sistem pemeringkatan yang lebih rinci.
Verifikasi 10.491 Jiwa untuk Akurasi Data
Hingga saat ini, 29 petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah diterjunkan untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data yang belum valid. Proses ini harus dilakukan berdasarkan KTP dan alamat domisili warga.
“Jumlah total DTSEN Kota Kediri mencapai 294.463 jiwa. Dari jumlah itu, 10.491 jiwa masih memiliki data yang belum lengkap. Oleh karena itu, kami melakukan ground check dan hasilnya langsung diinput ke dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Masyarakat (SIKSMA),” jelas Paulus.
Meski demikian, Paulus menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah pendataan penerima bantuan sosial, melainkan hanya untuk memperbaiki dan melengkapi data yang sudah ada.
“Saat petugas datang, warga hanya perlu menyiapkan KTP dan KK serta memberikan keterangan yang sesuai dengan kondisi faktual. Jika ada kesalahan data, bisa langsung melapor ke petugas ground check atau melalui kelurahan setempat,” tegasnya.
Tantangan di Lapangan: Kendala Teknis dan Waktu Ramadan
Proses ground check di Kota Kediri terbilang cukup lancar, namun tak lepas dari sejumlah kendala. Salah satu petugas lapangan, Erina Riyadi, mengungkapkan bahwa ada beberapa hambatan yang dihadapi tim verifikator, terutama dalam hal teknis dan koordinasi dengan warga.
“Aplikasi SIKSMA masih mengalami bug dan error, sehingga ada beberapa data yang harus diinput ulang secara manual,” ujar Erina.
Selain itu, pelaksanaan ground check di bulan Ramadan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Banyak warga yang sibuk dengan aktivitas ibadah dan persiapan berbuka puasa, sehingga sulit menemukan waktu yang tepat untuk proses verifikasi.
“Biasanya saat petugas bisa datang, warga justru sedang tidak di rumah. Karena itu, kami mencoba melakukan ground check pagi hari atau dengan membuat janji terlebih dahulu,” tambahnya.
Dinsos Kota Kediri menargetkan ground check ini selesai pada akhir Maret 2025, sehingga DTSEN yang valid dan lengkap dapat segera digunakan sebagai dasar dalam berbagai program kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.







Leave a Reply