BATU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu, Jawa Timur, berharap penuh bahwa anggaran untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis yang direncanakan berjalan tahun depan bisa sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat. Hal ini dinilai penting agar keuangan daerah tidak terbebani dan alokasi anggaran untuk sektor lainnya tidak terganggu.
Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, menyatakan harapannya agar pemerintah pusat dapat menyalurkan dana sepenuhnya untuk program ini. “Kami berharap transfer dana untuk makan bergizi gratis 100 persen dari pusat, sehingga anggaran program di daerah tidak berkurang,” ujarnya di Kota Batu, Senin.
Ia menekankan bahwa petunjuk teknis (juknis) dari pusat perlu disusun secara rinci, termasuk skema penganggaran yang jelas. Petunjuk teknis tersebut, lanjut Ludi, harus memperinci apakah program makan bergizi akan masuk ke dalam anggaran pendidikan atau akan dianggarkan sebagai pos mandiri. Apalagi, menurutnya, anggaran pendidikan di Kota Batu sudah mencapai 22,8 persen, melebihi batas minimum 20 persen yang ditetapkan.
“Kalau program ini dimasukkan dalam anggaran pendidikan, otomatis akan menggeser alokasi dana untuk sektor lain. Maka dari itu, kami berharap ada suplai dana penuh dari pusat,” tambah Ludi.
Mengingat bahwa program makan bergizi gratis ini adalah bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto, Ludi meminta agar pemerintah pusat segera menyediakan solusi anggaran agar daerah tidak mengalami kebingungan ketika program mulai berjalan penuh.
Ludi juga menyatakan bahwa DPRD mendukung penuh program makan bergizi gratis ini sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak dan menekan angka stunting di Kota Batu. “Kami setuju, ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak-anak dan tentunya menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Di sisi lain, Penjabat Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa uji coba program makan bergizi gratis akan berlangsung hingga Desember 2024. Hal ini dilakukan sembari menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. “Kami akan terus lakukan uji coba sampai Desember sehingga ketika kebijakan dari pusat sudah keluar, kami sudah siap,” ungkapnya.
Aries juga mengungkapkan bahwa selama masa uji coba, pihaknya akan memetakan berbagai kendala, termasuk potensi sampah yang timbul dari sisa kotak makanan. Ia bahkan mempertimbangkan untuk menggunakan kotak makan yang bisa dicuci dan digunakan ulang, guna mengurangi limbah di sekolah.







Leave a Reply