KEDIRI – Kopdar Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kediri Raya kembali digelar dengan meriah di Taman Kilisuci Pare, Kediri.
Acara ini menjadi momen berharga yang selalu dinantikan oleh anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dan orang tua mereka.
Berbagai aktivitas menarik seperti melukis, mewarnai, bernyanyi, dan bermain bersama menjadi sorotan utama yang membuat semua peserta antusias.
Kusumaningati Sulistya Wardhani, yang akrab disapa Dhani, adalah salah satu pendiri Jenggala Taman Langit.
Melalui inisiatifnya, ia membentuk Komunitas Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Kediri Raya, mencakup wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, Nganjuk, Jombang, Tulungagung, dan Blitar.
Komunitas ini bertujuan untuk saling mendukung dan berbagi kebahagiaan dalam menghadapi tantangan sehari-hari.
Pada Sabtu, 27 Juli 2024, acara Family Gathering Komunitas Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Kediri Raya diselenggarakan dengan tema “Art Project with Difabel Kids”.
Acara ini diprakarsai oleh Yayasan Jenggala Taman Langit dan Alif Ba Ta Edufun di Taman Kilisuci Pare, Kediri.
Jenggala Taman Langit awalnya terbentuk dari keinginan para orang tua untuk saling berbagi cerita dan dukungan dalam menghadapi tantangan memiliki anak berkebutuhan khusus.
Saat ini, Komunitas Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus telah mengurus legalitas menjadi yayasan, yaitu Yayasan Jenggala Taman Langit.
Dengan status yayasan resmi, mereka lebih mudah mengurus legalitas bantuan yang diterima, seperti bantuan kursi roda dari Australia yang diterima beberapa tahun lalu.
Dhani menjelaskan bahwa anggota komunitas ini terdiri dari anak-anak disabilitas yang dibagi dalam beberapa grup berdasarkan klasifikasi tertentu.

Acara Art Project with Difabel Kids, (27/7).
Meski usia maksimal anggota dibatasi hingga 15 tahun, ada juga yang berusia lebih dari 15 tahun yang masih bergabung.
Saat ini, komunitas ini memiliki sekitar 120 anggota. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat anak-anak merasa senang dengan bertemu dan bermain bersama.
Visi dan misi komunitas ini adalah membuat anak berkebutuhan khusus merasa diterima dan dicintai.
Mereka ingin anak-anak ini merasakan bahwa dunia ini luas dan penuh warna, meskipun sering kali mereka hanya berada di rumah tanpa bertemu teman-teman.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang merasa tidak percaya diri karena anak mereka berbeda dari anak normal pada umumnya.
Dengan adanya perkumpulan ini, diharapkan orang tua dan anak menjadi lebih berani untuk bertemu dan berinteraksi seperti anak-anak pada umumnya.
Acara ini didukung oleh belasan sukarelawan remaja dari Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) SMA Negeri 2 Pare Kediri, yang membantu mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Kehadiran para remaja ini membuat anak-anak merasa tidak sendirian, dan komunikasi yang baik antara mereka membuat anak-anak merasa bahagia.
Kegiatan yang digelar Jenggala Taman Langit ini tidak hanya membuat anak-anak bahagia, tetapi juga mengurangi beban orang tua.
Banyak dari mereka yang menghadapi kondisi ekonomi yang pas-pasan, namun dengan kebersamaan dan saling mendukung, mereka bisa tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari.
Dhani berharap agar komunitas ini bisa membuat anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya lebih terbuka dan tidak malu.
Ia mengajak orang tua yang memiliki anak disabilitas untuk bergabung agar anak-anak bisa beraktivitas bersama dan memiliki teman serta kegiatan positif.
Komunitas Jenggala Taman Langit juga mengajak para orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus untuk bergabung.
Bagi yang berminat, dapat langsung datang ke sekretariat:
Basecamp 1: Jl Pamenang VII RT01 RW07, Dusun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Basecamp 2: Jl Brawijaya No.93 Desa Tulungrejo Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Follow juga Instagram: @jenggalatamanlangit Telpon: 0858-8888-7079.
Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus memiliki warna dalam hidupnya dan merasa berhak memiliki kegiatan positif seperti anak normal lainnya.
Kopdar di Taman Kilisuci Pare ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan dukungan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Dhani menambahkan bahwa komunitas ini sangat berfokus pada kebersamaan dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan sehari-hari. [ian]







Leave a Reply