KEDIRI – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Kediri kembali menyuarakan aspirasi terkait masalah pendidikan di pesantren, khususnya mengenai alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk Madrasah Diniyah (madin). FKDT berharap agar calon kepala daerah lebih peka dan memperhatikan masalah ini, mengingat masih banyak ustaz dan ustazah yang belum mendapatkan dukungan anggaran yang memadai.
Sekretaris Jenderal FKDT Kabupaten Kediri, Sabarudin Abdullah, menekankan bahwa anggaran Bosda untuk madrasah diniyah masih sangat terbatas dan bahkan semakin menurun. Akibatnya, banyak tenaga pengajar di madrasah diniyah yang belum menerima anggaran yang layak untuk mendukung proses pembelajaran.
“Kami berharap calon kepala daerah dapat lebih peduli terhadap kebijakan anggaran Bosda, terutama bagi para ustaz dan ustazah yang berjuang di madrasah diniyah. Selain itu, perlu juga ada dukungan penuh bagi pengiriman kafilah dari tingkat provinsi hingga nasional,” kata Sabarudin dalam rilis yang diterima Selasa (17/10/2024).
Di Kabupaten Kediri, terdapat sekitar 15 ribu ustaz dan ustazah yang mengajar di lebih dari 6.000 madrasah diniyah aktif. Sabarudin juga memberikan apresiasi kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri nomor urut 1, Deny Widyanarko dan Mudawamah, yang dianggap memiliki visi dan misi sejalan dengan FKDT dalam memajukan pendidikan, khususnya pendidikan akhlak anak-anak.
“Pasangan Deny-Mudawamah kami nilai mampu memahami dan membawa perubahan positif bagi pendidikan madrasah diniyah di Kabupaten Kediri. Mereka punya pemikiran visioner dan menunjukkan perhatian yang besar terhadap keberadaan guru-guru madin,” ujar Sabarudin.
FKDT Kabupaten Kediri merasa bahwa pasangan calon ini adalah pilihan tepat untuk membawa aspirasi mereka. Mereka yakin bahwa program-program yang ditawarkan Deny-Mudawamah, termasuk dalam bidang pendidikan, akan memberikan dampak signifikan bagi keberlanjutan pendidikan diniyah di daerah tersebut.
“InsyaAllah, kami akan berjuang bersama untuk memenangkan pasangan ini dalam Pilkada 2024, demi kebaikan pendidikan diniyah di Kabupaten Kediri,” tambahnya.
Sementara itu, calon Wakil Bupati Kediri, Mudawamah, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh FKDT. Ia berjanji akan memperhatikan secara lebih serius keberadaan madrasah diniyah jika terpilih dalam Pilkada 2024. Menurut Mudawamah, pemerintah daerah selama ini kurang memberikan dukungan yang memadai bagi madrasah diniyah, sehingga perlu ada perbaikan sistem yang lebih merata di masa mendatang.
“Masukan dari FKDT ini akan menjadi prioritas kami jika terpilih. Kami ingin madrasah diniyah mendapatkan dukungan penuh karena peran mereka sangat penting dalam membentuk akhlak dan spiritual generasi muda. Kami berkomitmen untuk meratakan pembangunan di seluruh aspek, termasuk pendidikan,” tegas Mudawamah, yang juga menjabat sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri.







Leave a Reply