Menu

Mode Gelap

News · 25 Apr 2024 20:27 WIB ·

Guru Penggerak Diharapkan Komitmen Jadi Agen Perubahan Dunia Pendidikan


 Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan saat melihat panen karya guru penggerak. Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan saat melihat panen karya guru penggerak.

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan Kota Kediri membuka kegiatan Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Guru Penggerak Angkatan 9 Tahun 2024, Kamis (25/4) di Aula Ki Hajar Dewantara. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari perwakilan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Fasilitator Pengajar praktek, Pengawas sekolah, Kepala Sekolah, serta perwakilan guru TK, SD, SMP, SMA/SMK.

Membuka kegiatan secara langsung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan mengatakan para guru ini telah berkomitmen untuk menjadi guru penggerak perubahan di dunia pendidikan. Dengan menjadi agen penggerak perubahan, para guru harus bergerak untuk menularkan dan mengaplikasikan apa yang sudah diperoleh selama menempuh pendidikan guru penggerak.

“Salah satu tantangan utama yang kita hadapi adalah pembelajaran yang berkualitas. Sebagai guru penggerak tugas kita adalah untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ungkap Anang.

Selama mengikuti pendidikan guru penggerak tentu banyak sekali ilmu, pengalaman, metode dan inovasi yang didapatkan. Selain itu sebagai guru penggerak juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memperhatikan keberagaman. Untuk itu, Anang menghimbau agar para guru penggerak memperhatikan potensi yang dimiliki setiap anak agar mereka merasa dihargai, didengar dan didukung dalam proses pembelajaran. “Anggap anak-anak yang di kelas adalah anak kita sendiri sehingga dengan semangat kolaborasi dan tekad yang kuat akan dapat mencapai visi bersama untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi semua anak-anak. Mari kita bersama menjadi agen perubahan yang membawa harapan dan inspirasi bagi generasi mendatang,” harapnya.

Sementara itu, Indah Kurniaratri perwakilan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur menuturkan calon guru penggerak sudah berproses selama 6 bulan dan sudah melaksanakan pembelajaran dengan model hybrid yang didampingi instruktur dan fasilitator. Selain itu juga sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka yang didampingi pengajar praktik. Ditambahkan pula, guru sebagai pelaku sekaligus penggerak sumber daya manusia memiliki peran dan tanggungjawab besar terutama dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur dan unggul dalam bidangnya.

“Maka dari itu calon guru penggerak dipersiapkan menjadi guru yang akan menjadi pemimpin sekolah yang berfokus pada pembelajaran. Kami berharap calon guru penggerak memiliki kompetensi untuk mengembangkan diri sendiri dan guru yang lainnya,”ungkapnya.

Dalam gelaran panen belajar tersebut, 32 calon guru penggerak terbagi dalam beberapa kelompok. Mereka membuat stand display untuk memamerkan hasil karya dan program inovasi yang digagasnya. Hasil karya tersebut beraneka ragam, mulai dari produk hasil belajar, media pembelajaran, inovasi serta aktivitas dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu yang menarik perhatian adalah inovasi pembelajaran Ha Kudaku (Hariku Doaku), Budikdamber (Budidaya Ikan Lele Dalam Ember), Komika (Komunitas Peminat Matematika), Enterpreneurship Expo serta PeDeKaTe (Pengenalan Dunia Kerja Terpadu).

Ulul Mustagfirin, pengajar praktik sekaligus Kepala SMK PGRI 2 Kota Kediri menguraikan alasan digagasnya inovasi tersebut. Ia menuturkan, terciptanya inovasi pembelajaran tersebut adalah hasil pemikiran serta kolaborasi para guru sesuai bidangnya. “Kita gagas program yang diharapkan bisa menumbuh kembangkan kesadaran, ilmu enterpreneurship kepada anak didik agar mereka bisa memiliki wawasan kewirausahaan, mengaplikasikan kreativitas dengan praktik secara langsung sehingga dapat membentuk karakter profil pelajar pancasila. Inovasi tersebut sudah dipraktikkan dan saat ini sudah berjalan di sekolah,” terangnya.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Pelajar Asal Mojokerto Tergulung Ombak di Pantai Drini Yogyakarta, Empat Tewas

30 January 2025 - 12:07 WIB

oktana.co.id

2 Minggu Rilis, Video Clip Memori Baik Ditonton 1,7 Juta

30 January 2025 - 11:11 WIB

oktana.co.id

Teror Pinjol Utang Rp15 Juta Picu Danang Nekat Percobaan Bunuh Diri Sekeluarga

16 December 2024 - 16:05 WIB

oktana.co.id

Anak Pertama Selamat Karena Muntahkan Susu Beracun

16 December 2024 - 16:00 WIB

oktana.co.id

HP Korban Diamankan Polres Kediri untuk Cek Aplikasi Pinjol

16 December 2024 - 15:56 WIB

oktana.co.id

Racun Tikus Merek Timex Dicampur Susu Anak untuk Percobaan Bunuh Diri di Kediri

16 December 2024 - 15:52 WIB

oktana.co.id
Trending di News