BLITAR – Fenomena sinkhole yang muncul di aliran Sungai Kalisat, Dusun Kaliandhong, Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, kembali membangkitkan ingatan warga pada bencana banjir bandang yang pernah melanda daerah itu dua dekade lalu, tepat seminggu sebelum Tsunami Aceh tahun 2004.
Ketua RT 03 RW 10 Dusun Kaliandhong, Paino, mengingat kejadian banjir bandang itu sebagai salah satu peristiwa paling menakutkan bagi warga sekitar Sungai Kalisat. Banjir tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur tanpa henti selama dua hari berturut-turut. “Kami ketakutan sekali, karena kecamatan ini di selatan Blitar, dan jaraknya ke pantai selatan Jawa juga dekat,” ujar Paino, Jumat (8/11).
Menurut penuturannya, saat itu banyak kayu jati yang hanyut terbawa arus deras dari perbukitan sekitar. Meski disebut “tsunami” oleh warga kala itu, peristiwa ini tidak diiringi gempa, sesuatu yang membuat peristiwa tersebut terasa aneh. “Biasanya, warga sering merasakan gempa kecil, tetapi waktu itu tidak ada gempa,” tambahnya.
Fenomena Alam yang Langka dan Menakutkan
Temuan sinkhole di Sungai Kalisat membuat warga tak habis pikir, karena selama ini tidak pernah terjadi pergerakan tanah yang signifikan atau suara aneh di bawah permukaan. Musim hujan memang sering membawa suara gemuruh di aliran sungai, namun tidak ada yang menduga bahwa aliran air bisa terhisap ke dalam lubang besar yang tiba-tiba terbentuk.
Sanip, Ketua RT 01 RW 10 Dusun Kaliandhong, menuturkan bahwa suara gemuruh hanya berasal dari derasnya aliran sungai saat hujan. “Selama ini tidak ada suara aneh dari dalam tanah, hanya suara gemuruh air kali,” ujar Sanip.
Kecurigaan Terhadap Ombak Pantai Selatan
Paino dan beberapa warga mulai menduga adanya pengaruh dari hentakan ombak laut selatan Blitar yang terkenal ganas. Ombak yang menghantam tebing pantai selatan diperkirakan mempengaruhi struktur tanah dalam dan bisa jadi berperan dalam terbentuknya sinkhole di Sungai Kalisat.
Kejadian ini mengingatkan warga pada Goa Pindul di Gunung Kidul, Yogyakarta, yang terbentuk secara alami akibat pelarutan batu kapur. “Mungkin ada pengaruh dari hantaman ombak dan pergerakan tanah dari dalam. Bisa jadi memang mirip fenomena Goa Pindul,” ungkap Paino.
Fenomena ini membuat warga Desa Dawuhan berharap agar Badan Geologi segera melakukan kajian untuk memastikan keamanan wilayah sekitar dan mengungkap penyebab pasti terbentuknya sinkhole di Sungai Kalisat, agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang.







Leave a Reply