JAKARTA – KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dikenal sebagai ulama yang memiliki pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an dan tafsirnya. Dalam berbagai kajiannya, Gus Baha sering menekankan pentingnya bersyukur kepada Allah SWT, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Menurut Gus Baha, bersyukur bukan sekadar mengucapkan “Alhamdulillah”, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang sesuai dengan ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an, perintah bersyukur sering dikaitkan dengan kenikmatan dan ujian hidup.
Tiga Cara Bersyukur Menurut Gus Baha
Dalam salah satu kajiannya, Gus Baha menjabarkan tiga cara bersyukur kepada Allah SWT, yaitu:
Mensyukuri Nikmat dengan Hati
Bersyukur dengan hati berarti meyakini bahwa semua kenikmatan yang diperoleh berasal dari Allah SWT. Kesadaran ini mencegah seseorang dari sifat sombong dan merasa bahwa segala pencapaian adalah hasil usahanya sendiri.Mensyukuri Nikmat dengan Lisan
Ucapan syukur seperti “Alhamdulillah” merupakan bentuk penghormatan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya. Namun, Gus Baha mengingatkan bahwa ucapan syukur harus datang dari hati yang ikhlas, bukan sekadar formalitas.Mensyukuri Nikmat dengan Perbuatan
Bersyukur secara nyata dapat diwujudkan dengan menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk kebaikan. Misalnya, orang yang diberi ilmu dapat mengajarkannya, orang yang diberi harta dapat bersedekah, dan orang yang diberi kesehatan dapat menggunakannya untuk beribadah.
Syukur sebagai Kunci Rezeki dan Kebahagiaan
Gus Baha juga mengutip QS. Ibrahim: 7, yang berbunyi:
“Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu kufur (ingkar), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Dari ayat ini, Gus Baha menjelaskan bahwa bersyukur bukan hanya mendatangkan tambahan nikmat, tetapi juga menjadi kunci kebahagiaan hidup. Seseorang yang senantiasa bersyukur akan merasa cukup dan tidak mudah mengeluh, meskipun dalam kondisi sulit.
Bahaya Kufur Nikmat
Sebaliknya, Gus Baha mengingatkan bahwa kufur nikmat dapat mengundang murka Allah SWT. Ia mencontohkan banyaknya kisah dalam Al-Qur’an tentang umat terdahulu yang dihancurkan karena mereka tidak mau bersyukur.
Gus Baha menekankan bahwa keserakahan dan ketidakpuasan adalah tanda-tanda seseorang telah lalai dalam bersyukur. Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk selalu melihat ke bawah dan menghargai sekecil apa pun nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Menurut Gus Baha, bersyukur adalah ibadah yang harus diamalkan setiap saat. Tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati dan perbuatan. Dengan memahami konsep syukur yang benar, umat Islam dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, berkah, dan penuh kebahagiaan.







Leave a Reply