SURABAYA – Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaparkan sejumlah pencapaian provinsi yang diraih selama kepemimpinannya dalam debat kedua Pilkada Jatim 2024 di Grand City Surabaya, Minggu malam. Di antara capaian penting, Khofifah menyoroti kinerja positif di bidang investasi dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Selama lima tahun terakhir, pada tahun 2023 tercatat nilai investasi tertinggi, mencapai Rp140 triliun. Berdasarkan penilaian dari Lee Kuan Yew Institute, iklim investasi Jatim menjadi yang terbaik kedua setelah Jakarta,” ungkap Khofifah.
Khofifah juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur menunjukkan inklusivitas tinggi, dengan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur kini berada di bawah rata-rata nasional, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim juga lebih tinggi dibandingkan angka nasional.
Selain aspek ekonomi, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah meraih lebih dari 738 penghargaan di berbagai tingkat, dari regional hingga internasional. “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan sinergitas kita semua,” ujar Khofifah.
Tema debat kedua kali ini mengusung “Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Inovatif serta Pelayanan Publik yang Inklusif untuk Keadilan Masyarakat Jawa Timur”. Tema tersebut terbagi ke dalam delapan subtema, mencakup budaya birokrasi modern, inovasi tata kelola pemerintahan, transparansi, partisipasi publik, dan perlindungan terhadap keberagaman.
Pilkada Jatim 2024 menghadirkan tiga pasangan calon: Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, dan Tri Rismaharini-K.H. Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans). Pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 dijadwalkan berlangsung pada 27 November, sementara rekapitulasi hasil suara akan dilaksanakan hingga 16 Desember 2024.







Leave a Reply