KEDIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, resmi memulai proses pelipatan surat suara untuk Pilkada 2024 pada Senin (29/10). Kegiatan ini mencakup surat suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Bupati dan Wakil Bupati Kediri. Dalam proses ini, KPU Kediri mengerahkan 25 kelompok tenaga pelipat, masing-masing beranggotakan 10-12 orang, untuk menyelesaikan proses pelipatan dalam empat hari.
“Setiap kelompok diberikan 10 boks surat suara. Semua proses harus sesuai aturan, dan sudah ada panduan melalui video cara melipat yang benar agar hasilnya rapi,” ujar Moh. Isnaini, Anggota KPU Kediri Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Selasa (30/10).
Isnaini menjelaskan bahwa dalam proses pelipatan ini, ketelitian sangat ditekankan. Setiap surat suara harus dilipat dengan rapi untuk menjaga kualitas, terutama karena surat suara Pilkada mencantumkan tiga pasangan calon Gubernur Jawa Timur yang harus terlihat jelas.
KPU Kabupaten Kediri telah menerima total 644 boks surat suara, dengan setiap boks berisi 1.433 lembar. Satu boks tambahan yang disiapkan untuk pemungutan suara ulang (PSU) berisi 2.000 lembar surat suara. Secara total, surat suara yang dikelola KPU Kediri mencapai 1.287.433 lembar.
Selain surat suara, KPU Kabupaten Kediri juga sudah menerima beberapa logistik penting lainnya, seperti 4.748 kotak suara, 9.392 bilik suara, dan 117.049 segel untuk pengamanan. Barang-barang ini disiapkan untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan lancar dan aman.
Pilkada 2024 di Kabupaten Kediri akan diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan nomor urut 1, Deny Widyanarko dan Mudawamah, didukung oleh PKB dan Partai NasDem. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa, diusung oleh koalisi enam partai parlemen dan sepuluh partai non-parlemen, termasuk PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, serta partai-partai lain di luar parlemen.







Leave a Reply