JEMBER – Sosok inspiratif datang dari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Seorang nenek berusia 104 tahun bernama Mbah Marjidah berhasil mewujudkan impiannya untuk menunaikan ibadah haji di usia senja. Meski dalam dokumen kependudukan usianya tercatat 90 tahun, keluarga menyatakan bahwa usia sebenarnya telah mencapai lebih dari satu abad.
“Usianya memang 104 tahun, tapi saat mengurus dokumen, kami mencatatkan lebih muda agar lebih mudah dalam proses administrasi,” ujar Rahmawati, menantu Mbah Marjidah, saat dikonfirmasi Minggu (4/5/2025).
Sepanjang hidupnya, Mbah Marjidah bekerja sebagai buruh tani. Dengan penghasilan terbatas, ia tetap konsisten menabung setiap hari, menyisihkan uang antara Rp2.000 hingga Rp5.000. Tabungan kecil yang dikumpulkan dengan ketekunan itu, akhirnya cukup untuk memberangkatkannya ke Tanah Suci dalam musim haji 1446 Hijriah mendatang.
“Sedikit demi sedikit beliau menabung. Walau kecil, semangat beliau tidak pernah surut. Setiap hari, beliau selalu menyisihkan uang untuk cita-cita berhaji,” kata Rahmawati.
Meski kondisi fisiknya mulai melemah, terutama dalam pendengaran, semangat Mbah Marjidah tidak luntur. Ia tetap mengikuti bimbingan manasik haji meski sempat mendapat larangan dari dokter untuk beristirahat.
“Dokter menyarankan agar beliau tidak mengikuti manasik dulu karena faktor usia. Tapi beliau tetap bersikeras datang, katanya supaya bisa lebih siap saat berangkat,” lanjut Rahmawati.
Dalam sebuah momen haru, saat anaknya bertanya dengan suara lantang, “Apakah senang bisa naik haji?”, Mbah Marjidah menjawab singkat namun penuh harapan, “Iya saya senang,” sambil tersenyum bahagia.
Kisah Mbah Marjidah menjadi simbol keteguhan dan ketulusan dalam mewujudkan niat suci, bahwa usia, keterbatasan fisik, dan latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk mengejar impian spiritual. Ketekunan dan keyakinannya menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa cita-cita akan tercapai dengan usaha dan kesabaran.







Leave a Reply