KEDIRI – Cerita Panji, kisah epik yang berasal dari Kerajaan Kadiri (Kediri) di Jawa Timur, telah menjadi warisan budaya yang melintasi batas geografis dan memengaruhi berbagai negara di Asia Tenggara. Kisah yang mengangkat perjalanan cinta antara Panji Inukertapati dan Dewi Sekartaji ini tidak hanya hidup dalam kesusastraan Jawa, tetapi juga diadaptasi dalam berbagai bentuk kesenian di negara-negara lain, seperti Thailand, Kamboja, Myanmar, Malaysia, dan Laos.
Kisah Panji yang sarat akan nilai kepahlawanan, cinta, dan spiritualitas telah mendapat pengakuan internasional, bahkan masuk dalam daftar Memory of the World UNESCO pada tahun 2017. Pengaruhnya yang luas mencerminkan hubungan budaya yang erat antara Nusantara dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
1. Thailand: Cerita Panji dalam Hikayat Inao
Di Thailand, kisah Panji dikenal dengan nama Inao dan menjadi bagian penting dalam sastra serta seni pertunjukan. Adaptasi ini mulai berkembang sejak era Kerajaan Ayutthaya (1350–1767) dan terus populer hingga era Rattanakosin.
Dalam versi Thailand, Panji dikenal sebagai Inao, sementara Dewi Sekartaji disebut Busan Maliyanti. Cerita ini sering ditampilkan dalam pertunjukan teater tradisional Thailand seperti khon dan lakhon nai, serta menjadi salah satu repertoar penting dalam kesenian istana.
2. Kamboja: Panji dalam Seni Lakhaon Bassac
Di Kamboja, pengaruh Panji terlihat dalam seni pertunjukan Lakhaon Bassac, sebuah teater rakyat yang sering mengangkat kisah dari epos Panji. Cerita ini diadaptasi dengan unsur lokal, namun tetap mempertahankan esensi tentang perjalanan cinta dan pencarian jati diri sang pangeran.
Tak hanya dalam seni pertunjukan, kisah Panji juga terekam dalam relief di beberapa candi di Kamboja yang menggambarkan adegan-adegan petualangan Panji.
3. Myanmar: Panji dalam Sastra dan Wayang
Di Myanmar, cerita Panji telah diadaptasi dalam sastra lokal dan seni wayang. Dalam budaya Myanmar, tokoh Panji disebut Pauk Pauk dan kisahnya banyak diceritakan dalam naskah kuno serta pertunjukan Yama Zatdaw (versi lokal dari Ramayana).
Adaptasi ini berkembang karena hubungan historis antara Jawa dan kerajaan-kerajaan di Myanmar, terutama dalam perdagangan dan penyebaran budaya Hindu-Buddha di masa lampau.
4. Malaysia: Panji dalam Hikayat Melayu
Di Malaysia, cerita Panji memiliki pengaruh besar dalam hikayat-hikayat klasik Melayu, terutama dalam Hikayat Malim Deman dan Hikayat Cekel Waneng Pati, yang memiliki kemiripan dengan alur cerita Panji.
Selain itu, elemen-elemen cerita Panji juga sering muncul dalam seni pertunjukan tradisional Malaysia seperti Mak Yong dan Wayang Kulit Kelantan. Keberadaan cerita ini menunjukkan kuatnya hubungan budaya antara Jawa dan Semenanjung Malaya sejak masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
5. Laos: Panji dalam Seni Teater Kuno
Di Laos, pengaruh cerita Panji dapat ditemukan dalam seni pertunjukan teater tradisional. Meski tidak sepopuler di Thailand atau Kamboja, unsur-unsur dari kisah Panji tetap muncul dalam berbagai naskah sastra kuno Laos yang memiliki keterkaitan dengan kebudayaan Jawa.
Cerita Panji sebagai Jembatan Budaya Asia Tenggara
Meluasnya pengaruh cerita Panji di berbagai negara Asia Tenggara menunjukkan bahwa kisah ini bukan sekadar warisan budaya Indonesia, tetapi juga bagian dari jaringan budaya yang lebih luas.
Dengan diakuinya naskah Panji dalam Memory of the World UNESCO, pemerintah dan pegiat budaya semakin giat dalam melestarikan dan memperkenalkan kembali kisah ini kepada generasi muda. Berbagai festival budaya, pameran, dan pertunjukan terus diadakan untuk menghidupkan kembali kejayaan kisah Panji, baik di dalam maupun luar negeri.
Melihat besarnya pengaruh cerita Panji, diharapkan generasi masa kini dapat lebih mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya yang berasal dari Kediri ini, serta menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan seni dan sastra di era modern.







Leave a Reply