MALANG – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk membuka layanan legalisir ijazah di Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka, guna mempermudah lulusan SMA dan SMK dalam pengurusan dokumen akademis. Usulan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Ombudsman RI, Suganda Pandapotan Pasaribu, dalam kunjungannya ke Kota Malang, Jawa Timur.
Suganda menekankan pentingnya gerai legalisir ijazah di MPP Merdeka, terutama bagi lulusan sekolah yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan atau memasuki dunia kerja. “Legalisir ijazah merupakan kebutuhan utama bagi lulusan, sehingga kehadiran layanan ini di MPP dapat membuat proses lebih efisien dan efektif,” ujarnya di Malang, Kamis (19/9/2024).
Meski pendidikan SMA dan SMK berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Ombudsman RI menyatakan siap untuk membantu koordinasi dengan Pemprov Jatim guna mewujudkan layanan tersebut di MPP Merdeka. “Kami akan berkoordinasi agar legalisir ijazah SMA dan SMK bisa dihadirkan di sini,” tambah Suganda.
Kunjungan Ombudsman ke Kota Malang kali ini membahas berbagai aspek pelayanan publik, termasuk usulan pembukaan gerai legalisir ijazah. Selain itu, Ombudsman juga mendorong adanya layanan tambahan yang menonjolkan kebudayaan lokal Malang di MPP Merdeka. “Kami juga mendiskusikan kemungkinan menambah tenant yang menyajikan kebudayaan lokal sebagai ciri khas bahwa Kota Malang tetap menjaga budayanya,” jelas Suganda.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, penambahan layanan di MPP Merdeka akan semakin memperkuat fungsi pelayanan publik di Kota Malang. “MPP Kota Malang menjadi salah satu contoh unggulan di Indonesia, dan penambahan layanan ini adalah bentuk penguatan pada jalannya pelayanan publik,” kata Erik.
Pemkot Malang juga tengah mengembangkan layanan publik yang berfokus pada penguatan karakter generasi muda. Erik menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk menjaga kekhasan lokal dan kebudayaan Kota Malang, sekaligus mendukung langkah menuju visi Indonesia Emas 2045. “Kami terus membekali generasi muda dengan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan, agar budaya lokal tetap mewarnai perkembangan Kota Malang,” pungkasnya.







Leave a Reply