Nganjuk – Kabupaten Nganjuk tidak hanya dihuni oleh suku Jawa, tetapi juga oleh Suku Kalang yang hingga kini masih mempertahankan tradisi dan budaya mereka. Keberadaan suku ini tengah diteliti oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Nganjuk, terutama di Kecamatan Ngluyu yang menjadi salah satu wilayah pemukiman mereka.
Juru Pelihara Candi Disbudpar Nganjuk, Aris Trio Effendy, mengatakan bahwa pemukiman Suku Kalang dapat ditemukan di Desa Gampeng, Kecamatan Ngluyu. Salah satu ciri khas utama mereka adalah bentuk rumah yang disebut Rumah Kalang. Sekilas, rumah ini mirip dengan rumah Joglo, tetapi memiliki atap yang lebih lancip dan seluruhnya terbuat dari kayu jati.
“Rumah Kalang terdiri dari tiga bagian utama, yakni pendapa di bagian depan, rumahan atau ruang keluarga di tengah, dan pawon atau dapur di bagian belakang,” kata Aris.
Jejak Sejarah Suku Kalang di Nganjuk
Menurut Aris, masyarakat Kalang di Ngluyu berasal dari Keraton Yogyakarta dan bermigrasi ke beberapa daerah, termasuk Kabupaten Bojonegoro dan Nganjuk. Keberadaan mereka di Nganjuk diperkirakan sudah ada sejak akhir 1800-an hingga awal 1900-an.
Di Nganjuk, pemukiman awal Suku Kalang diduga berada di Kecamatan Rejoso dan Ngluyu. Bukti keberadaan mereka dapat ditemukan di makam batu kuno di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, yang diyakini sebagai makam leluhur Kalang.
“Orang Kalang dikenal memiliki fisik tinggi besar, sekitar 180 hingga 190 sentimeter, dan pada masa kerajaan Hindu-Buddha sering diberdayakan untuk membangun candi,” ujar Aris.
Budaya dan Tradisi Suku Kalang yang Masih Terjaga
Hingga kini, masyarakat Kalang di Ngluyu masih memegang teguh adat dan budaya mereka. Beberapa tradisi yang tetap dipertahankan antara lain sistem arsitektur rumah Kalang yang masih dijaga bentuk aslinya meskipun ada sedikit modernisasi. Selain itu, mereka juga masih melestarikan seni dan adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.
Berdasarkan pendataan awal, Disbudpar Nganjuk mencatat setidaknya ada 11 rumah Kalang yang masih berdiri di Desa Gampeng. Namun, jumlah ini masih bisa bertambah seiring dengan penelitian lebih lanjut.
Tantangan dalam Melestarikan Warisan Budaya
Meski masih bertahan, komunitas Suku Kalang di Nganjuk menghadapi tantangan dalam menjaga warisan budaya mereka. Modernisasi dan perubahan zaman membuat generasi muda cenderung meninggalkan adat lama.
Oleh karena itu, pihak Disbudpar Nganjuk kini berupaya mendokumentasikan serta meneliti lebih dalam sejarah, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat Kalang agar budaya mereka tetap lestari.
“Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan sejarah Nganjuk, agar warisan budaya ini tidak hilang begitu saja,” kata Aris.
Dengan semakin dikenalnya Suku Kalang di Nganjuk, diharapkan warisan budaya ini dapat terus dijaga serta menjadi potensi wisata sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan di masa depan.







Leave a Reply