Menu

Mode Gelap

News · 12 Sep 2024 11:08 WIB ·

PKK Kabupaten Kediri Lakukan Kajian Penurunan Stunting ke Sleman


 PKK Kabupaten Kediri Lakukan Kajian Penurunan Stunting ke Sleman Perbesar

SLEMAN – Dalam upaya menekan angka stunting serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, atau akrab disapa Mbak Cicha, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Penanganan ketiga isu kesehatan ini menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kediri.

Menurut Mbak Cicha, kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai organisasi sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan masalah stunting, AKI, dan AKB. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka stunting di Kabupaten Kediri masih berada di angka 16,8 persen. Namun, melalui intervensi yang dilakukan secara serentak pada Juni 2024, angka stunting berhasil diturunkan secara signifikan menjadi 7,49 persen.

“Penurunan ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam percepatan penanganan stunting di Kabupaten Kediri,” kata Mbak Cicha saat kunjungan ke Kabupaten Sleman, Rabu (11/9/2024).

Selain stunting, Kabupaten Kediri juga mencatat penurunan angka AKI dan AKB. Pada 2021, tercatat 29 kasus AKI, yang kemudian turun menjadi 11 kasus pada 2022, dan 10 kasus pada 2023. Sementara itu, angka AKB juga menunjukkan penurunan dari 150 kasus pada 2021, menjadi 122 kasus pada 2022, dan 83 kasus pada 2023.

Meskipun hasil tersebut cukup menggembirakan, Mbak Cicha menegaskan bahwa masih banyak ruang untuk meningkatkan penanganan ketiga masalah ini. Oleh karena itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri melakukan kajian lapangan atau kaji tiru ke Kabupaten Sleman untuk mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan dalam penanganan stunting, AKI, dan AKB.

“Kami ingin mendalami pengalaman Kabupaten Sleman yang dinilai sukses dalam menurunkan angka stunting, AKI, dan AKB. Kami berharap bisa mengadopsi praktik-praktik baik tersebut untuk diterapkan di Kabupaten Kediri,” ujar Mbak Cicha.

Kabupaten Sleman menjadi tujuan kaji tiru karena dinilai berhasil dalam menekan angka stunting. Berdasarkan data SKI 2023, stunting di Sleman tercatat sebesar 12,4 persen, dan melalui pemantauan posyandu, angka tersebut berhasil ditekan hingga 4,51 persen.

Sebagai bagian dari kunjungan ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri juga mengunjungi Kalurahan Sidoluhur, sebuah desa yang pada 2023 menerima penghargaan sebagai desa dengan penanganan stunting terbaik se-Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, mengatakan bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dari Kalurahan Sidoluhur, terutama mengenai keaktifan pemerintah desa dalam mengajak masyarakat dan pihak lain, seperti pengusaha, untuk terlibat aktif dalam penanganan stunting.

“Kunci keberhasilan terletak pada kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang peduli akan kesehatan,” ungkap Khotib.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Pemkot Kediri Tindaklanjuti Ekosistem Halal, Cek Lokasi Sembelih Unggas di Pasar Banjaran

4 June 2025 - 18:38 WIB

oktana.co.id

Penguatan Ekosistem Halal, Kolaborasi Pemkot Kediri dan BI Gelar Pelatihan Juleha Unggas

3 June 2025 - 19:44 WIB

oktana.co.id

IAIN Kediri Resmi Berubah Menjadi UIN Syekh Wasil

26 May 2025 - 11:41 WIB

oktana.co.id

Kota Kediri Pesta Gol 6-0 di Laga Perdana Pra Porprov Jatim IX 2025

23 May 2025 - 11:44 WIB

oktana.co.id

Lifter Asal Kediri, Bima Aji Ramadhani Sumbang 1 Perak dan 2 Perunggu di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025

19 May 2025 - 11:46 WIB

oktana.co.id

Hari Buku Nasional, Terungkap Penerbit Buku Tertua di Indonesia Berasal dari Kediri

17 May 2025 - 12:10 WIB

oktana.co.id
Trending di Lifestyle