KEDIRI – Bakal calon Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Kediri. Ia bertekad menekan angka kemiskinan yang saat ini berada di kisaran 7,15 persen menjadi 5 persen. Hal ini disampaikan Vinanda dalam pertemuan dengan ratusan kader PKS Kota Kediri di Kelurahan Setonopande, Senin (11/9/2024).
“Kota Kediri ini adalah kota yang kaya, oleh karena itu angka kemiskinan harus ditekan. Dari yang sekarang 7 persen, target saya bisa turun menjadi 5 persen,” ujar Vinanda.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Kediri, jumlah penduduk miskin pada 2023 tercatat sebanyak 21.030 jiwa, dengan 3.002 di antaranya masuk kategori kemiskinan ekstrem. Meski demikian, dalam kurun waktu tiga tahun, yakni sejak 2020 hingga 2023, terdapat penurunan angka kemiskinan sebesar 0,90 persen. Capaian ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik di tingkat provinsi maupun nasional.
Komitmen pada Kesejahteraan Kader Posyandu dan Peningkatan Layanan Kesehatan
Selain fokus pada penurunan angka kemiskinan, Vinanda juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kader posyandu. Ia berkomitmen meningkatkan insentif bagi para kader posyandu, mengingat peran penting mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.
“Insentif untuk kader posyandu perlu ditingkatkan karena mereka berperan penting dalam pelayanan kesehatan di masyarakat,” tambah Vinanda.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh kader PKS dari 15 kelurahan di Kota Kediri, yang tergabung dalam relawan PKS. Kehadiran Vinanda disambut antusias oleh para kader, dengan banyak di antara mereka yang memanfaatkan momen untuk berfoto bersama.
Dukungan Penuh PKS dan Koalisi Tujuh Partai
Ketua DPD PKS Kota Kediri, Mukhti Wibowo, menyatakan dukungan penuh partainya terhadap pasangan Vinanda Prameswati dan K.H. Qowimuddin Thoha (Gus Qowim) dalam Pilkada 2024. Menurut Mukhti, Vinanda merupakan pilihan yang tepat untuk memimpin Kota Kediri, berkat ketulusan dan kecerdasannya.
“Kami berkomitmen mendukung penuh Mbak Vinanda dan Gus Qowim dalam Pilkada 2024. Kami yakin mereka adalah pasangan yang tepat untuk membawa Kota Kediri ke arah yang lebih baik,” kata Mukhti.
Vinanda dan Gus Qowim didukung oleh gabungan partai politik dari parlemen dan non-parlemen, termasuk Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Partai Hanura. Partai non-parlemen yang turut mendukung adalah PSI dan PPP.
Visi Misi Kota Kediri yang Lebih MAPAN
Dalam pertemuan tersebut, Vinanda juga memaparkan visi misinya yang bertujuan membawa Kota Kediri menjadi kota yang “MAPAN”—Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni. Visi ini mencakup peningkatan sektor sosial, kesehatan, serta mutu pendidikan, yang disambut baik oleh para relawan.
“Kami ingin Kota Kediri menjadi kota yang lebih baik, yang tidak hanya maju secara ekonomi tetapi juga agamis, produktif, aman, dan tentunya selalu dirindukan masyarakat,” pungkas Vinanda.
Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan partai politik, Vinanda optimistis dapat mewujudkan visi tersebut jika terpilih sebagai Wali Kota Kediri periode 2024-2029.







Leave a Reply