Artikel ilmiah yang ditulis oleh Wimmy Haliim, seorang dosen FISIP Universitas Brawijaya di dalam jurnal ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Paradigma Polistaat yang diterbitkan Universitas Pasundan Volume 2.1 pada 2019 dengan judul Program Dana Hibah Dalam Perspektif Politik Distributif: Studi Kasus Prodamas Kota Kediri, membahas bagaimana Abdullah Abu Bakar menggunakan Prodamas sebagai alat pemenangannya di Pilkada Kota Kediri 2018 silam.
Ia menyebutkan bahwa Prodamas Kota Kediri tidak hanya dipandang sebagai kebijakan publik biasa. Dengan perspektif politik distributif, Wimmy menjelaskan bahwa Prodamas tidak dapat dipisahkan dengan agenda politik petahana, yakni Abdullah Abu Bakar.
Politik distributif adalah strategi politik yang melibatkan partisipasi warga dalam proses penentuan alokasi dan distribusi sumber daya. Wimmy melihat kondisi saat ini potensi dan peluang terbesar justru ada di tangan eksekutif untuk menjalankan strategi ini.
Politik distributif ini bisa dipandang dari dua sudut. Dari sudut pandang penguasa ini merupakan cara dalam mempertahankan kekuasaan dengan pelibatan warga. Sementara dalam sudut pandang masyarakat ini adalah sarana mendapatkan akses terhadap sumber daya dengan melibatkan diri dalam proses alokasi dan distribusinya. Karena warga diberikan ruang untuk terlibat dalam perencanaan alokasi dan perencanaan distribusi dari sumber daya.
“Prodamas sebagai program politis yang disiapkan oleh petahana untuk menghadapi momentum pilkada 2018. Alasannya adalah dana yang siap untuk di distribusikan kepada setiap RT meningkat dari 50 juta, menjadi 100 juta per tahun. Kedua, partisipasi masyarakat harusnya bisa ditekan di Musrenbang, bukan membuat program baru seperti Prodamas. Ketiga, Dana Prodamas sering kali tidak bisa dihabiskan,” lanjut Wimmy.
Indikatornya, jika pada tahun pertama RT ternyata sudah berhasil membangun kebutuhan infrastrukturnya, di tahun berikutnya kebutuhan infrastruktur tidak lagi menjadi prioritas RT. Keempat, yang mempertegas bahwa Prodamas digunakan sebagai alat politik petahana adalah sosialisasi Prodamas Plus dengan tawaran meningkatkan dana sebesar 100% jauh sebelum masa kampanye dinilai sebagai manuver politik petahana. Proses tersebutnya yang dinilai Wimmy bahwa Prodamas adalah program yang disiapkan petahana untuk mendistribusikan sumber daya yang ada kepada masyarakat dengan dalih partisipasi.







Leave a Reply