Menu

Mode Gelap

News · 17 Sep 2024 18:14 WIB ·

Tiba-tiba Kaesang ke KPK untuk Klarifikasi Jet Pribadi


 Tiba-tiba Kaesang ke KPK untuk Klarifikasi Jet Pribadi Perbesar

JAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (17/9), secara tiba-tiba untuk memberikan klarifikasi terkait penggunaan jet pribadi dalam perjalanannya ke Amerika Serikat. Kedatangan Kaesang menjadi sorotan publik mengingat posisi strategisnya sebagai putra bungsu Presiden RI Joko Widodo.

Dalam keterangannya, Kaesang menegaskan bahwa kehadirannya di KPK adalah inisiatif pribadi, bukan karena undangan atau panggilan resmi dari lembaga anti-korupsi tersebut. “Kedatangan saya ke KPK sebagai warga negara yang baik. Saya bukan pejabat negara, bukan penyelenggara negara. Saya datang ke sini, bukan karena undangan, bukan karena panggilan, tapi inisiatif saya,” ujar Kaesang di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta Selatan.

Kaesang mengungkapkan bahwa salah satu poin yang diklarifikasinya kepada KPK adalah soal penggunaan jet pribadi saat perjalanannya ke Amerika Serikat pada 18 Agustus 2024. “Saya numpang, atau bahasa bekennya nebeng, pesawat teman saya,” ungkap Kaesang tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai pemilik pesawat tersebut. Untuk detail lebih lanjut, ia meminta agar pertanyaan terkait diarahkan kepada KPK.

Sebelumnya, Kaesang dan istrinya, Erina Gudono, menjadi sorotan di media sosial setelah unggahan dari dalam jet pribadi selama perjalanan ke Amerika Serikat muncul di Instagram Erina. Unggahan tersebut memicu spekulasi di kalangan warganet dan berujung pada laporan dugaan gratifikasi oleh Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, dan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubaidilah Badrun.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua KPK Nawawi Pomolango menegaskan bahwa KPK memiliki wewenang untuk menyelidiki dugaan gratifikasi yang melibatkan Kaesang. “Kita harus melihat kaitan Kaesang dengan penyelenggaraan negara. Ada keluarganya yang menjabat,” ujar Nawawi saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta. Ia menegaskan bahwa KPK dapat menyelidiki dugaan gratifikasi tersebut karena ada potensi “trading influence” atau perdagangan pengaruh yang dapat terjadi melalui hubungan dengan pejabat negara.

Nawawi juga menjelaskan bahwa meskipun Kaesang bukan pejabat publik, kasus ini perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan tidak adanya keuntungan atau kemudahan yang diperoleh Kaesang terkait posisi keluarga dalam pemerintahan. “Kemudahan yang diperoleh harus diteliti apakah terkait dengan jabatan sanak kerabatnya,” tegas Nawawi.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Pemkot Kediri Tindaklanjuti Ekosistem Halal, Cek Lokasi Sembelih Unggas di Pasar Banjaran

4 June 2025 - 18:38 WIB

oktana.co.id

Penguatan Ekosistem Halal, Kolaborasi Pemkot Kediri dan BI Gelar Pelatihan Juleha Unggas

3 June 2025 - 19:44 WIB

oktana.co.id

IAIN Kediri Resmi Berubah Menjadi UIN Syekh Wasil

26 May 2025 - 11:41 WIB

oktana.co.id

Kota Kediri Pesta Gol 6-0 di Laga Perdana Pra Porprov Jatim IX 2025

23 May 2025 - 11:44 WIB

oktana.co.id

Lifter Asal Kediri, Bima Aji Ramadhani Sumbang 1 Perak dan 2 Perunggu di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025

19 May 2025 - 11:46 WIB

oktana.co.id

Hari Buku Nasional, Terungkap Penerbit Buku Tertua di Indonesia Berasal dari Kediri

17 May 2025 - 12:10 WIB

oktana.co.id
Trending di Lifestyle