Menu

Mode Gelap

News · 21 Sep 2024 14:51 WIB ·

TN Meru Betiri Pasang 32 Kamera Pengintai untuk Pantau Satwa Langka


 TN Meru Betiri Pasang 32 Kamera Pengintai untuk Pantau Satwa Langka Perbesar

JEMBER – Taman Nasional (TN) Meru Betiri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasang 32 kamera pengintai (kamera trap) untuk memantau keberadaan satwa langka yang dilindungi, termasuk macan tutul. Langkah ini merupakan bagian dari upaya konservasi dan inventarisasi satwa di kawasan taman nasional tersebut.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TN Meru Betiri, Nur Kholiq, menjelaskan bahwa kamera pengintai dipasang untuk mendeteksi satwa-satwa yang sulit diamati secara langsung, terutama satwa yang elusif dan kriptif, seperti mamalia besar dan satwa nokturnal yang aktif pada malam hari. “Kami memasang kamera trap untuk memonitor satwa yang tidak mudah terlihat oleh petugas atau pengunjung di hutan. Program ini merupakan bagian dari inventarisasi satwa langka dan dilindungi,” ujar Nur Kholiq pada Jumat (20/9/2024).

Pemasangan kamera trap dimulai sejak 2017 dan dilakukan secara bergantian di berbagai zona taman nasional untuk memastikan seluruh kawasan terpantau. “Kamera ini dipasang di zona rimba dan zona inti. Harapannya, selain menginventarisasi satwa yang sudah terdaftar, kami bisa mendeteksi spesies baru yang belum ada di database TN Meru Betiri,” tambahnya.

Dalam pekan ini, 32 kamera trap dipasang di 32 lokasi, termasuk di kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu, Resort Bandealit, dan Resort Wonoasri. Hasil pemantauan menggunakan kamera tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap tentang keberadaan dan aktivitas satwa-satwa langka di wilayah itu.

Sejak 2017 hingga 2023, sekitar 40 spesies satwa telah terekam oleh kamera trap, dengan burung, termasuk burung elang Jawa, sebagai salah satu yang paling sering tertangkap kamera. Selain itu, macan tutul juga beberapa kali terekam melintas di kawasan tersebut. “Burung elang Jawa bahkan pernah terekam turun ke tanah, dan macan tutul sering terlihat melintas di berbagai titik kamera trap,” ujar Nur Kholiq.

Pemasangan kamera trap biasanya berlangsung selama dua bulan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Meskipun cuaca, seperti musim hujan, dapat mempengaruhi operasi, secara keseluruhan, kerja kamera tetap efektif dalam mendeteksi satwa di kawasan TN Meru Betiri.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Pemkot Kediri Tindaklanjuti Ekosistem Halal, Cek Lokasi Sembelih Unggas di Pasar Banjaran

4 June 2025 - 18:38 WIB

oktana.co.id

Penguatan Ekosistem Halal, Kolaborasi Pemkot Kediri dan BI Gelar Pelatihan Juleha Unggas

3 June 2025 - 19:44 WIB

oktana.co.id

IAIN Kediri Resmi Berubah Menjadi UIN Syekh Wasil

26 May 2025 - 11:41 WIB

oktana.co.id

Kota Kediri Pesta Gol 6-0 di Laga Perdana Pra Porprov Jatim IX 2025

23 May 2025 - 11:44 WIB

oktana.co.id

Lifter Asal Kediri, Bima Aji Ramadhani Sumbang 1 Perak dan 2 Perunggu di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025

19 May 2025 - 11:46 WIB

oktana.co.id

Hari Buku Nasional, Terungkap Penerbit Buku Tertua di Indonesia Berasal dari Kediri

17 May 2025 - 12:10 WIB

oktana.co.id
Trending di Lifestyle