KOTAWARINGIN TIMUR – Sebuah video yang diunggah melalui X/NinzExe07 sedang menjadi sorotan di media sosial.
Video tersebut mengabadikan momen kontroversial di depan RSUD dr. Murjani, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, di mana seorang polisi menghentikan ambulans karena iring-iringan Presiden Joko Widodo yang sedang melintas.
Dalam rekaman yang diambil oleh sang sopir ambulans, terlihat keputusan sulit tersebut, di mana ambulans dengan pasien terbaring di dalamnya harus menepi untuk memberi jalan bagi konvoi Presiden.
Insiden ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat yang prihatin akan prioritas penanganan darurat yang seharusnya diutamakan.
Istana, melalui Deputi Protokol dan Pers Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana, telah menyampaikan permintaan maaf resmi.
Mereka menjanjikan evaluasi menyeluruh terhadap protokol keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, serta memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Peristiwa ini tidak hanya menyoroti pentingnya koordinasi yang tepat antara kepentingan publik dan kegiatan resmi, tetapi juga mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap kebutuhan mendesak dan situasi darurat yang tidak dapat ditunda. [ian]
View this post on Instagram







Leave a Reply