MALANG — Refleksi tentang perkembangan teknologi yang tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat membuat Fadhil Fathurochman gelisah. Alumnus S2 Fisika UM, memperkenalkan buku terbarunya berjudul Arena Sociotech. Karya ini menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan alam dan sosial humaniora, menghadirkan pendekatan sosioteknologi yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam memahami perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan sosial.
Fadhil mengungkapkan motivasinya dalam menulis buku ini adalah keresahan terhadap kurangnya interaksi antara akademisi sains dan humaniora. Menurutnya, jurnal ilmiah di bidang sains jarang diakses oleh kalangan yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang tersebut. “Tulisan-tulisan ilmiah tentang nanoteknologi atau nanomaterial seringkali hanya dibaca oleh kalangan tertentu. Saya ingin karya saya dapat dipahami oleh masyarakat luas, termasuk mereka yang berlatar belakang humaniora,” ujar Fadhil, Rabu (5/9).
Dalam Arena Sociotech, Fadhil menyoroti bagaimana teknologi, mulai dari nanoteknologi hingga teknologi pangan, berdampak luas tidak hanya bagi ahli di bidangnya, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami, menjadikannya lebih inklusif bagi pembaca dari berbagai latar belakang pendidikan. Fadhil juga membahas fenomena Society 5.0, di mana teknologi semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, mengaburkan batas antara manusia dan teknologi.

“Kita lihat bagaimana saat ini, dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita selalu terhubung dengan teknologi. Bahkan, kampus-kampus sekarang sudah mulai membuka jurusan animasi dan esport yang sebelumnya dianggap tabu,” jelasnya. Fadhil berharap masyarakat bisa melihat potensi teknologi seperti game online yang kini membuka banyak peluang karier, terutama di industri esport.
Untuk memperluas jangkauan pembaca, Fadhil aktif mempromosikan bukunya melalui berbagai platform seperti podcast, seminar, hingga bedah buku. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami teknologi dan memanfaatkannya secara positif dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Fadhil memberikan pesan khusus kepada mahasiswa, terutama di UM, agar tidak hanya fokus pada aspek administratif dalam kuliah. “Kita harus memikirkan bagaimana ilmu yang kita pelajari bisa diterapkan untuk kebaikan masyarakat. Jangan hanya sekadar belajar untuk lulus, tapi juga untuk berkontribusi pada masyarakat,” pesannya.
Buku Arena Sociotech juga dianggap selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam poin ke-4 yang berfokus pada pendidikan berkualitas dan inovasi teknologi. Dengan karya ini, Fadhil berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi, mengintegrasikan sains dan sosial dalam menghadapi tantangan global.







Leave a Reply