Menu

Mode Gelap

Lifestyle · 16 Oct 2024 12:10 WIB ·

Fenomena Independent Woman dan Harapan Pria Mapan yang Sulit Mencari Pekerjaan


 Fenomena Independent Woman dan Harapan Pria Mapan yang Sulit Mencari Pekerjaan Perbesar

SURABAYA – Fenomena penurunan angka pernikahan di Indonesia dalam satu dekade terakhir kian menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah pernikahan terus menurun secara signifikan, dengan berbagai faktor sosial dan ekonomi sebagai penyebab utamanya.

Data BPS menunjukkan bahwa pada 2023, terdapat 1.577.255 pernikahan di Indonesia. Angka ini turun sekitar 128.000 dari tahun 2022. Secara keseluruhan, dalam sepuluh tahun terakhir, angka pernikahan di Indonesia turun hingga 28,63 persen.

Penyebab Menurunnya Angka Pernikahan

Fenomena ini tak terlepas dari perubahan sosial yang semakin membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri dan mencapai kemandirian. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Prof. Dr. Bagong Suyanto, menjelaskan bahwa kesempatan bagi perempuan untuk bersekolah dan bekerja semakin luas, sehingga mereka tidak lagi terlalu bergantung pada laki-laki.

“Kesempatan perempuan untuk mengembangkan karir semakin terbuka lebar. Ketergantungan ekonomi perempuan terhadap laki-laki menurun drastis, sehingga mereka lebih memilih untuk menunda atau bahkan tidak menikah,” jelas Prof. Bagong dalam sebuah wawancara di laman resmi UNAIR.

Selain itu, faktor sulitnya menemukan pria dengan kondisi ekonomi yang mapan turut mempengaruhi keputusan perempuan untuk menunda pernikahan. Prof. Bagong menekankan bahwa lapangan pekerjaan yang semakin terbatas membuat jumlah laki-laki dengan kestabilan ekonomi menurun, sehingga mempengaruhi preferensi pernikahan.

“Keberadaan laki-laki yang secara ekonomi mapan makin berkurang, karena sekarang mencari pekerjaan yang stabil semakin sulit. Ini juga menjadi alasan mengapa banyak perempuan mandiri lebih memilih untuk menunggu pasangan yang tepat,” tambahnya.

Dampak Jangka Panjang

Penurunan angka pernikahan ini, jika terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang, diperkirakan akan berdampak pada angka kelahiran di Indonesia. Meski demikian, Prof. Bagong menilai bahwa fenomena ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan selama memberikan dampak positif pada pemberdayaan perempuan.

“Menurunnya angka pernikahan ini merupakan konsekuensi yang tidak terhindarkan dari perubahan sosial. Yang penting adalah bagaimana hal ini bisa berdampak positif pada pemberdayaan perempuan dan masyarakat secara keseluruhan,” tegasnya.

Bagi sebagian besar masyarakat, kemandirian perempuan dan tantangan ekonomi bagi pria mapan menjadi dua sisi mata uang yang membentuk tren baru dalam kehidupan sosial di Indonesia. Fenomena “independent woman” dan sulitnya mencari pria dengan stabilitas ekonomi diprediksi akan terus berpengaruh terhadap angka pernikahan di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Pemkot Kediri Tindaklanjuti Ekosistem Halal, Cek Lokasi Sembelih Unggas di Pasar Banjaran

4 June 2025 - 18:38 WIB

oktana.co.id

Penguatan Ekosistem Halal, Kolaborasi Pemkot Kediri dan BI Gelar Pelatihan Juleha Unggas

3 June 2025 - 19:44 WIB

oktana.co.id

IAIN Kediri Resmi Berubah Menjadi UIN Syekh Wasil

26 May 2025 - 11:41 WIB

oktana.co.id

Kota Kediri Pesta Gol 6-0 di Laga Perdana Pra Porprov Jatim IX 2025

23 May 2025 - 11:44 WIB

oktana.co.id

Lifter Asal Kediri, Bima Aji Ramadhani Sumbang 1 Perak dan 2 Perunggu di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025

19 May 2025 - 11:46 WIB

oktana.co.id

Hari Buku Nasional, Terungkap Penerbit Buku Tertua di Indonesia Berasal dari Kediri

17 May 2025 - 12:10 WIB

oktana.co.id
Trending di Lifestyle