BLITAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar memutuskan untuk menghentikan debat publik kedua Pilkada 2024 setelah sesi tersebut memanas akibat saling interupsi antara dua pasangan calon bupati, Rijanto-Beky Herdihansah dan Rini Syarifah-Abdul Ghoni. Penghentian ini terjadi di tengah penyampaian visi-misi oleh para calon, menyusul dugaan bahwa pasangan nomor urut dua membawa catatan yang dinilai melanggar kesepakatan debat.
Menurut Ketua KPU Kabupaten Blitar, Sugiono, keputusan untuk tidak melanjutkan debat diambil guna menjaga situasi tetap kondusif. “Kami memutuskan untuk menghentikan debat publik karena jika dilanjutkan, risikonya dikhawatirkan lebih besar,” ujar Sugiono di Blitar, Senin malam.
Debat publik kedua ini dilangsungkan di Hall Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan. Awalnya, sesi debat berjalan lancar, dengan kedua paslon diperkenalkan dan diberikan waktu untuk memaparkan visi-misi. Pasangan Rijanto-Beky Herdihansah mengusung tema peningkatan pelayanan publik yang berfokus pada penghapusan pungutan liar dan digitalisasi pelayanan, dengan komitmen untuk memberdayakan tokoh masyarakat, akademisi, dan sektor swasta.
Sementara itu, pasangan Rini Syarifah-Abdul Ghoni atau yang dikenal dengan sebutan “Rindu,” menyampaikan rencana program keberlanjutan yang berfokus pada pelayanan publik responsif dan pemerintahan kolaboratif bersama sektor swasta. Namun, ketegangan mulai meningkat ketika Rijanto menuding Rini Syarifah membaca catatan saat menyampaikan visi-misi, yang dinilai melanggar aturan debat.
Setelah protes berulang kali disampaikan, pihak keamanan dari KPU mendekati pasangan Rindu untuk memastikan situasi. Namun, upaya mediasi yang mempertemukan liaison officer (LO) dari masing-masing paslon gagal mencapai kesepakatan, memaksa KPU untuk menghentikan sesi debat.
Insiden ini menambah sorotan terhadap dugaan penggunaan contekan dalam debat publik. Sebelumnya, pada debat publik pertama (18/10), petahana Rini Syarifah juga terlihat membawa beberapa lembar catatan, yang sempat menuai kritik dari pihak lawan. Situasi ini memperlihatkan semakin panasnya tensi politik dalam Pilkada Kabupaten Blitar 2024, yang mempertemukan kembali dua rival lama, Rijanto dan Rini Syarifah, yang juga bertarung pada Pilkada 2020.
Dalam Pilkada 2024 ini, pasangan Rijanto-Beky dan Rini Syarifah-Abdul Ghoni bersaing memperebutkan kursi tertinggi di Kabupaten Blitar. KPU telah menetapkan pemungutan suara serentak pada 27 November 2024 dengan penghitungan suara dan rekapitulasi hasil yang berlangsung hingga 16 Desember.







Leave a Reply