Menu

Mode Gelap

Bisnis · 31 Oct 2024 12:24 WIB ·

Anggur Muscat Terbukti Berbahaya, Mengandung Pestisida Lebihi Batas Aman


 Anggur Muscat Terbukti Berbahaya, Mengandung Pestisida Lebihi Batas Aman Perbesar

JAKARTA – Temuan mengejutkan terkait residu pestisida berbahaya pada anggur Muscat impor ramai diperbincangkan setelah Dewan Konsumen Thailand (TCC) mengumumkan hasil uji laboratorium yang menunjukkan hampir seluruh sampel anggur tersebut tercemar pestisida dengan kadar melebihi batas aman. Uji tersebut menemukan bahwa dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diuji, sebanyak 23 di antaranya mengandung residu pestisida berbahaya yang melampaui standar keamanan yang ditetapkan pemerintah Thailand.

“Sungguh mengejutkan saat mendapati 23 dari 24 sampel anggur Muscat mengandung residu kimia berbahaya yang melebihi batas aman,” ujar Sekretaris Jenderal TCC, Saree Aongsomwang, dalam pernyataannya, Rabu (30/10/2024).

Dari hasil tes tersebut, satu sampel anggur Shine Muscat teridentifikasi mengandung klorpirifos, pestisida kategori empat yang berbahaya, sementara 22 sampel lainnya mengandung 14 jenis residu pestisida beracun yang melebihi batas keamanan, termasuk bahan kimia seperti triasulfuron, cyflumetofen, dan flonicamid.

Residu Pestisida dalam Makanan Berisiko bagi Kesehatan Konsumen

Penggunaan pestisida sistemik dalam produk pertanian seperti anggur ini menjadi kekhawatiran utama karena zat kimia tersebut meresap hingga ke dalam jaringan buah sehingga sulit dibersihkan dengan pencucian biasa. TCC mengungkapkan bahwa sekitar 74% dari total residu pestisida yang ditemukan dalam sampel anggur Shine Muscat termasuk pestisida sistemik, meningkatkan risiko kontaminasi langsung bagi konsumen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa meski penggunaan pestisida untuk melindungi tanaman dari hama diizinkan dalam batas aman, residu yang tertinggal pada makanan dapat menimbulkan efek samping serius. Konsumsi jangka panjang makanan yang mengandung residu pestisida dapat mengganggu sistem pencernaan, sementara paparan jangka pendek dapat mengakibatkan keracunan akut seperti sakit perut, muntah, serta gangguan sistem saraf dan imun.

Risiko Peningkatan Penggunaan Pestisida Global

Data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada tahun 2021 menunjukkan peningkatan penggunaan pestisida hingga 36% sejak tahun 2000 hingga 2019. Tren ini mencerminkan tingginya ketergantungan terhadap pestisida dalam produksi pertanian global, meski risiko kesehatan bagi konsumen meningkat seiring dengan akumulasi residu berbahaya dalam produk makanan.

Terkait kasus anggur Muscat ini, Dewan Konsumen Thailand mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih produk impor dan memperhatikan asal serta kandungan keamanan pangan pada produk-produk yang mereka konsumsi. Tindakan tegas dari pemerintah terkait pengawasan produk pangan impor dan regulasi yang lebih ketat diperlukan guna melindungi masyarakat dari risiko kontaminasi pestisida berlebihan.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Pemkot Kediri Tindaklanjuti Ekosistem Halal, Cek Lokasi Sembelih Unggas di Pasar Banjaran

4 June 2025 - 18:38 WIB

oktana.co.id

Penguatan Ekosistem Halal, Kolaborasi Pemkot Kediri dan BI Gelar Pelatihan Juleha Unggas

3 June 2025 - 19:44 WIB

oktana.co.id

IAIN Kediri Resmi Berubah Menjadi UIN Syekh Wasil

26 May 2025 - 11:41 WIB

oktana.co.id

Kota Kediri Pesta Gol 6-0 di Laga Perdana Pra Porprov Jatim IX 2025

23 May 2025 - 11:44 WIB

oktana.co.id

Lifter Asal Kediri, Bima Aji Ramadhani Sumbang 1 Perak dan 2 Perunggu di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025

19 May 2025 - 11:46 WIB

oktana.co.id

Hari Buku Nasional, Terungkap Penerbit Buku Tertua di Indonesia Berasal dari Kediri

17 May 2025 - 12:10 WIB

oktana.co.id
Trending di Lifestyle