NGANJUK – Seorang bidan berinisial SM, yang bertugas di sebuah desa di Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap anak angkatnya, MN, seorang siswi kelas 1 SD berusia 7 tahun. Peristiwa ini memicu kemarahan warga setelah kasus serupa sebelumnya diselesaikan secara damai dengan janji bahwa kekerasan tidak akan terulang.
Menurut warga setempat, kekerasan yang dialami MN terjadi berulang kali selama empat hari berturut-turut. Marni, ibu asuh dari MN, mengungkapkan bahwa anak tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan oleh suaminya, Kemis, di depan gerbang rumah. MN tampak penuh luka, dengan rambut kotor dan tubuh lemas akibat penderitaan yang dialaminya.
Kemis segera membawa MN kepada perangkat desa, dan insiden ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Polisi pun bergerak cepat dengan melakukan visum terhadap MN guna mendapatkan bukti medis untuk memperkuat penyelidikan.
“Kami sangat terkejut dengan kejadian ini, dan warga sudah tidak bisa lagi memberi toleransi. Kami harap pihak berwajib bisa mengambil tindakan tegas,” ujar salah satu tetangga SM.
Sejak kasus ini mencuat, rumah SM terlihat kosong. Menurut informasi dari warga, SM saat ini diduga kembali ke rumah orang tuanya yang berada di Kecamatan Pace.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kekerasan tersebut.







Leave a Reply